Pramono: Jakarta Harus Perkuat Infrastruktur, SDM, dan Ekosistem Bisnis

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Feb 2026, 17:03
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Pramono Anung Pramono Anung (Pemprov DKI)

Ntvnews.id, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menegaskan komitmennya untuk mendorong Jakarta menjadi salah satu Top 50 Global City dunia melalui penguatan infrastruktur, sumber daya manusia (SDM), serta ekosistem bisnis yang transparan dan kompetitif.

Hal tersebut disampaikan Pramono usai menghadiri peluncuran Indonesia City Investment Accelerator (ICIA) dalam rangkaian Indonesia Economic Summit. Pramono juga berbagi pengalaman dan strategi Jakarta dalam meningkatkan daya saing di kancah global.

"Jakarta masuk menjadi 50 Global City dunia. Seperti kita ketahui bersama, sekarang Jakarta menjadi ranking 71, dari 74 menjadi 71, dan saya berharap mudah-mudahan pada tahun ini kita sudah bisa di atas angka 6 begitu. Dari target menjadi Top 50 di tahun 2029," ucapnya di Jakarta, Selasa, 3 Februari 2026.

Menurutnya, terdapat tiga kunci utama yang harus dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta agar target tersebut tercapai. Pertama, pembangunan infrastruktur. Kedua, peningkatan kualitas sumber daya manusia agar mampu bersaing secara global. Ketiga, menciptakan ekosistem bisnis yang terbuka, transparan, dan kredibel sehingga mampu menarik minat investor internasional.

Pramono Anung <b>(Ntvnews.id/Adiansyah)</b> Pramono Anung (Ntvnews.id/Adiansyah)

Baca Juga: Pramono Batasi Komisioning RDF Rorotan 750 Ton per Hari Demi Tekan Bau Sampah

"Seperti yang berulang kali saya sampaikan, salah satu kata kunci yang harus dilakukan Jakarta adalah membangun infrastrukturnya, yang kedua adalah sumber daya manusianya, dan yang ketiga adalah ekosistem bisnisnya harus dibuat lebih transparan, terbuka, membuat masyarakat internasional atau investor itu percaya dengan Jakarta," terangnya.

Pramono juga menyoroti capaian investasi Jakarta yang tetap kuat di tengah ketidakpastian ekonomi global. Pada tahun 2025, total investasi di Jakarta tercatat mencapai USD 16,9 miliar, atau meningkat sekitar 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

"Ini menunjukkan bahwa kepercayaan publik dalam kondisi ekonomi yang uncertainty seperti ini kepada Jakarta masih sangat tinggi sekali," tambah politisi PDI Perjuangan tersebut.

Ia menilai forum-forum ekonomi internasional seperti Indonesia Economic Summit memiliki peran strategis dalam membuka akses Jakarta ke dunia global. Melalui ajang tersebut, investor dapat mengetahui secara langsung arah kebijakan, peluang investasi, serta proyek-proyek strategis yang akan dikembangkan di Jakarta.

"Kami sangat terbuka, seperti yang saya katakan dalam sambutan, maka membangun kepercayaan atau confidence dan juga trust, itu menjadi kata kunci dalam membangun Jakarta ke depan," tutup Pramono Anung.

x|close