Usai Bertemu Prabowo, PBNU Sebut Indonesia Siap Kirim Pasukan Perdamaian untuk Lindungi Rakyat Palestina

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Feb 2026, 10:09
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
PBNU dan Ormas Islam PBNU dan Ormas Islam

Ntvnews.id, Jakarta -  Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mengungkapkan rencana Indonesia untuk mengirimkan pasukan perdamaian ke Palestina.

Pernyataan tersebut disampaikan seusai dirinya bersama sejumlah tokoh Islam bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 3 Februari 2026.

Gus Yahya menjelaskan bahwa dalam pertemuan tersebut muncul sejumlah pertanyaan dari para tokoh dan pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam, termasuk terkait upaya perlindungan bagi warga Palestina yang saat ini berada di Gaza.

"Tadi beberapa pertanyaan disampaikan oleh para peserta, para tokoh, pimpinan ormas, termasuk tentang bagaimana menjaga keselamatan rakyat Palestina yang berada di Gaza sekarang ini," ujar Gus Yahya, Selasa.

Ia melanjutkan bahwa Presiden Prabowo telah memberikan penjelasan mengenai sikap dan langkah Indonesia ke depan, termasuk keterlibatan langsung melalui pengiriman pasukan perdamaian.

Baca Juga: PBNU Sebut Prabowo Jelaskan Keikutsertaan di Board of Peace Demi Cegah Korban Bertambah Palestina

"Dan Presiden sudah memberikan penjelasan tadi, kita akan berpartisipasi dengan mengirimkan pasukan perdamaian yang tugas absolutnya adalah melindungi rakyat Palestina," sambungnya.

Dalam kesempatan yang sama, PBNU juga menyatakan dukungannya terhadap keputusan Presiden Prabowo untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Kebijakan tersebut dinilai sebagai bagian dari ikhtiar kolektif untuk memperkuat peran Indonesia dalam membela Palestina, terutama melalui jalur diplomasi internasional yang strategis.

PBNU PBNU

Gus Yahya menambahkan, keterlibatan Indonesia dalam BoP nantinya akan dibarengi dengan upaya konsolidasi bersama negara-negara Islam dan negara-negara di kawasan Timur Tengah yang juga tergabung dalam Dewan Perdamaian tersebut.

"Sehingga langkah-langkah yang dilakukan di dalam Dewan itu akan menjadi upaya yang terkonsolidasi di antara negara-negara yang memang memiliki motivasi yang sama, yakni membela dan membantu Palestina," ujar Gus Yahya.

Baca Juga: Puncak Harlah 100 Tahun PBNU Dihadiri Menteri Kabinet Merah Putih dan Tokoh Nasional

Meski demikian, ia menegaskan bahwa Presiden Prabowo tetap mengedepankan sikap kehati-hatian dalam keikutsertaan Indonesia di Dewan Perdamaian. Menurut Gus Yahya, Prabowo memegang prinsip bahwa kehadiran Indonesia di BoP semata-mata bertujuan untuk membantu rakyat Palestina.

"Presiden mengatakan bahwa semua akan dilakukan dengan kewaspadaan, dengan prinsip yang sama sekali tidak bisa ditawar untuk menjaga, membela, dan membantu rakyat Palestina," pungkas Gus Yahya.

x|close