Kemendikdasmen Berduka Atas Wafatnya Murid SD di NTT

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Feb 2026, 20:45
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat memberikan pesan kunci dalam kegiatan Diseminasi TKA untuk Pendidikan Bermutu di Aula Pesantren Persis 76 Tarogong, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat pada Rabu, 17 Sept Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat memberikan pesan kunci dalam kegiatan Diseminasi TKA untuk Pendidikan Bermutu di Aula Pesantren Persis 76 Tarogong, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat pada Rabu, 17 Sept (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyampaikan duka cita dan keprihatinan mendalam atas wafatnya seorang murid sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Peristiwa tersebut dinilai sebagai tragedi serius yang menjadi perhatian bersama.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat menegaskan bahwa kesejahteraan psikososial anak merupakan persoalan kompleks yang memerlukan perhatian lintas pihak.

“Kemendikdasmen menyampaikan dukacita yang mendalam atas wafatnya salah satu murid sekolah dasar di Kabupaten Ngada, NTT. Peristiwa ini menjadi keprihatinan bersama dan kami menyampaikan empati kepada keluarga, teman, guru, serta seluruh warga sekolah yang terdampak,” kata Wamendikdasmen Atip di Jakarta pada Rabu sore, 4 Februari 2026.

Ia menjelaskan bahwa mendiang murid tersebut tercatat sebagai penerima manfaat Program Indonesia Pintar (PIP) dan bantuan dana telah disalurkan sesuai mekanisme yang berlaku.

Meski demikian, Atip menekankan bahwa pemenuhan hak dan perlindungan anak, khususnya bagi anak dari keluarga rentan, tidak dapat berhenti pada dukungan finansial semata.

Baca Juga: Penyebab Siswa SD di Ngada NTT Gantung Diri Tak Dibelikan Buku Seharga Rp10 Ribu

Menurutnya, perlindungan anak harus mencakup pendampingan psikososial, perhatian moral, serta lingkungan tumbuh kembang yang aman dan suportif. Saat ini, Kemendikdasmen melalui Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) NTT telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan perangkat terkait untuk memberikan pendampingan kepada keluarga korban, termasuk menyiapkan keberlanjutan pendidikan bagi anggota keluarga lainnya.

Selain itu, koordinasi lintas sektor juga dilakukan guna memastikan keluarga memperoleh akses layanan sosial dan pendidikan yang dibutuhkan.

Atip menilai kejadian ini menjadi pengingat penting bagi semua pihak akan urgensi menciptakan lingkungan yang nyaman dan aman bagi anak.

Ia menambahkan, satuan pendidikan, orang tua, dan masyarakat memiliki peran strategis dalam membangun komunikasi terbuka agar setiap anak merasa aman mengekspresikan kerentanan mereka, mendapatkan perhatian terhadap kondisi emosional, serta merasa didengar dan dihargai.

“Kami mengajak seluruh pihak untuk menyikapi informasi secara bijak serta menghindari penyebaran spekulasi yang berpotensi menambah beban psikologis bagi keluarga korban dan komunitas sekolah,” ujar Atip.

Baca Juga: Kasus Anak SD Bunuh Diri di NTT, Mensos: Kita Prihatin

(Sumber: Antara) 

x|close