Ntvnews.id, Cianjur - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, berkoordinasi dengan sejumlah dinas terkait untuk menurunkan alat berat guna membuka kembali jalur utama penghubung antar-kecamatan yang terputus akibat longsor di Kecamatan Campakamulya.
Kepala BPBD Cianjur Iwan Karyadi di Cianjur, Rabu, 4 Februari 2026, mengatakan bencana longsor melanda empat desa di Kecamatan Campakamulya dan mengakibatkan belasan rumah warga rusak tertimbun material tanah. Kondisi terparah terjadi di Desa Campakawarna.
“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun sekitar 15 Kepala Keluarga (KK) terdiri dari 36 jiwa terpaksa mengungsi, karena rumah mereka rusak tertimbun longsor, penanganan cepat dilakukan petugas gabungan TNI/Polri dan relawan,” katanya.
Berdasarkan hasil pendataan petugas di lapangan, longsor terjadi di enam titik yang tersebar di Desa Campakamulya, Campakawarna, Sukasirna, dan Cibanggala. Dari jumlah tersebut, tiga titik longsor menerjang permukiman warga, sementara tiga titik lainnya menutup jalur utama penghubung antar-kecamatan.
Iwan menjelaskan longsor paling parah berada di Desa Campakawarna, di mana belasan rumah warga, termasuk tempat ibadah, tertimbun material tanah.
Baca Juga: Tim SAR Evakuasi 85 Jenazah Korban Longsor di Cisarua Hingga Hari Ke-11
Peristiwa itu juga memutus akses utama antardesa sehingga penanganan cepat dilakukan dengan berkoordinasi bersama Dinas Permukiman dan Tata Ruang Kabupaten Cianjur.
Ia menambahkan, pihaknya meminta dinas terkait segera menurunkan alat berat karena material longsor menutup badan jalan di tiga titik dengan ketebalan lebih dari satu meter, yang menyebabkan arus lalu lintas terhenti sementara.
“Penanganan cepat dilakukan dengan alat berat, sehingga akses jalan dapat kembali dilalui kendaraan dan warga tidak sampai terisolir, karena jalur yang terputus merupakan akses tercepat menuju jalan kabupaten dan provinsi di wilayah selatan,” katanya.
BPBD Cianjur menargetkan jalur yang terputus dapat kembali dilalui secara normal setelah penanganan dilakukan pada Rabu, 4 Februari 2026 petang, sehingga aktivitas warga dapat kembali berjalan, termasuk kegiatan siswa yang berangkat dan pulang sekolah.
Baca Juga: Cegah Longsor, Mentan Berencana Ubah Pola Tanam di Cisarua
Sementara itu, Camat Campakamulya Acep Sopiandi mengatakan longsor terjadi setelah hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut dalam waktu cukup lama, sehingga memicu pergerakan tanah di sejumlah titik.
Ia menyebutkan kondisi kontur tanah di Kecamatan Campakamulya tergolong labil dan rentan longsor, terlebih saat diguyur hujan deras lebih dari empat jam setiap harinya.
“Longsor yang terjadi menyebabkan 15 rumah rusak, tiga titik longsor menutup landasan jalan utama sehingga akses terputus sementara, 36 jiwa mengungsi ke tempat yang dinilai aman, saat ini proses penanganan cepat masih berjalan,” katanya.
(Sumber: Antara)
Belasan rumah di Desa Campakawarna, Kecamatan Campakamulya, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, tertimbun longsor sehingga 36 jiwa terpaksa mengungsi.ANTARA/Ahmad Fikri. (Antara)