3 Ambulans Jadi Korban Prank Debt Collector Pinjol di Semarang

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Feb 2026, 10:26
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
3 Ambulans di Semarang Kena Prank DC Pinjol 3 Ambulans di Semarang Kena Prank DC Pinjol (Instagram)

Ntvnews.id, Jakarta - Tiga unit ambulans di Kota Semarang, Jawa Tengah, menjadi sasaran orderan palsu yang diduga dilakukan oleh oknum debt collector (DC) dari perusahaan pinjaman online. Alih-alih melayani pasien, para petugas ambulans justru diarahkan untuk menagih utang kepada seorang warga yang namanya dicantumkan sebagai pasien.

Peristiwa ini viral setelah sebuah video beredar luas di media sosial. Salah satunya diunggah oleh akun Instagram @informasi.semarang, yang memperlihatkan tiga ambulans dan satu mobil pikap layanan pengiriman terparkir berjejer di depan sebuah rumah.

"Sebuah video beredar bahwa adanya orderan fiktif yang di alami 3 unit Ambulance dan 1 pick up Lalamove yang dilakukan oleh Oknum Cillector dari Pinjaman Online," tulis akun tersebut yang dilansir pada Kamis, 5 Februari 2026.

Baca Juga: VIDEO: Detik-detik Penyelamatan Lansia Tertimbun Longsor di Tasikmalaya, Kondisi Korban Kritis

Salah satu ambulans yang terkena prank adalah ambulans swasta Antasena. Menurut admin Ambulans Antasena, Aldy, kejadian bermula pada Selasa (3/2/2026) siang, ketika pihaknya menerima pesanan yang terlihat lengkap dan valid atas nama Adi Prasetya.

Ambulans diminta menjemput pasien untuk kontrol dari Jalan Puspowarno, Semarang Barat, menuju Rumah Sakit Columbia Asia. Detail alamat, identitas pasien, hingga titik lokasi dikirim dengan lengkap. Karena semua data sesuai standar pemesanan, ambulans Antasena langsung menuju lokasi.

Namun setibanya di alamat yang diberikan, rumah tersebut ternyata kosong. “Sesuai prosedur operasional standar, kami berangkat ke alamat yang diberikan. Namun setelah sampai, rumah dalam keadaan kosong,” ujar Aldy, Rabu (4/2/2026).

Di lokasi itu, Aldy melihat dua ambulans lain serta satu mobil pikap pengiriman yang rupanya menerima pesanan serupa.

Beberapa saat kemudian, seorang perempuan datang dan mengaku sebagai orang yang namanya digunakan dalam pesanan ambulans. “Perempuan itu bilang tidak pernah memesan ambulans dan mengaku dalam keadaan sehat. Dia menyebut kejadian ini sebagai penipuan,” kata Aldy.

Baca Juga: Bill Gates Bantah Tuduhan dalam File Epstein, Akui Bodoh dan Menyesal Setiap Menit

Aldy mencoba menelpon pemesan untuk meminta penjelasan. Namun bukan klarifikasi yang diterima, melainkan instruksi mengejutkan dari pihak pemesan.

“Saya malah disuruh menyampaikan agar utangnya dibayar. Setelah itu nomor saya diblokir,” ungkap Aldy.

Pengemudi ambulans lain yang mencoba menghubungi pemesan mendapatkan perlakuan yang sama. Pemesan bahkan mengaku berasal dari perusahaan fintech bernama Indodana.

Aldy menyatakan bahwa kejadian ini merugikan banyak pihak. “Tidak ada yang mengganti. Kami rugi waktu, bensin, dan tenaga. Ini pengalaman pertama dan semoga tidak terulang lagi,” ujarnya.

Ia menyesalkan tindakan oknum debt collector yang menggunakan ambulans sebagai alat untuk menekan debitur. Menurutnya, tindakan tersebut sangat berbahaya dan tidak boleh terjadi lagi.

“Ambulans itu untuk keadaan darurat, bukan untuk menagih pinjol. Kalau sedang ada pasien yang benar-benar membutuhkan bagaimana? Jangan jadikan ambulans mainan,” tegas Aldy.

x|close