Prabowo Minta Bursa Indonesia Penuhi Standar Internasional

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Feb 2026, 11:55
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Roeslani memberi keterangan ketika dijumpai selepas rapat dengan Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 4 Februari 2026. ANTARA/Putu Indah Savitri/pri. CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Roeslani memberi keterangan ketika dijumpai selepas rapat dengan Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 4 Februari 2026. ANTARA/Putu Indah Savitri/pri. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan kepada CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Roeslani agar turut berperan dalam menyesuaikan bursa Indonesia sehingga memenuhi standar internasional tertinggi sebagai upaya membangun kepercayaan.

“Arahannya ya bahwa bursa kita ini harus sesuai dengan standar yang paling tinggi, standar internasional yang paling tinggi, karena itu menciptakan kepercayaan,” ujar Rosan ketika ditemui usai rapat bersama Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 4 Februari 2026.

Rosan menyampaikan bahwa penyesuaian standar bursa nasional tersebut perlu dijalankan dengan mengedepankan prinsip transparansi. Menurut dia, keterbukaan menjadi faktor penting dalam menentukan tingkat kepercayaan pemilik modal, baik yang berinvestasi di pasar modal maupun dalam investasi jangka panjang.

Dalam kesempatan itu, Rosan juga mengungkapkan bahwa pembahasannya dengan Presiden turut melibatkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Dalam pertemuan tersebut, mereka mengajukan sejumlah langkah terkait dengan indeks MSCI serta kondisi bursa Indonesia saat ini.

Salah satu langkah yang diusulkan adalah demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI).

Baca Juga: Danantara Jadwalkan Groundbreaking 6 Proyek Hilirisasi Besok

“Itu kan kami bersama-samalah, ditanya Presiden bagaimana perkembangan bursa, kami bersama-sama menyampaikan ke Presiden perkembangannya apa, terus apa yang dilakukan,” ucap Rosan.

Ia menegaskan bahwa berbagai langkah yang disampaikan tidak semata-mata untuk merespons MSCI, melainkan juga bertujuan memperkuat pasar Indonesia agar menjadi lebih baik dan transparan.

“Kepercayaannya juga lebih meningkat, baik dalam maupun luar negeri. Itu yang kami sampaikan,” kata Rosan.

Sebelumnya, Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia Pandu Sjahrir menyatakan bahwa demutualisasi BEI diperlukan untuk memperkuat kredibilitas, permodalan, serta daya saing pasar modal nasional di tengah meningkatnya volatilitas global.

Pandu menjelaskan bahwa demutualisasi merupakan perubahan model bursa dari kepemilikan anggota yang bersifat nirlaba menjadi perusahaan yang dimiliki pemegang saham dan berorientasi profit, sehingga tata kelola dan akuntabilitas dapat diperkuat.

Baca Juga: Danantara Pastikan Hadir dalam Pertemuan BEI dan MSCI

Menurut dia, perubahan tersebut akan memperjelas garis tanggung jawab serta hak pengambilan keputusan, meningkatkan pelaporan dan keterbukaan, serta memperkuat integritas pasar.

Selain itu, Pandu menyebut demutualisasi membuka peluang penghimpunan dana melalui mekanisme private placement atau penempatan terbatas maupun skema lainnya, mempercepat pengambilan keputusan untuk aksi korporasi, serta menarik minat investor institusi, asing, dan strategis.

Pandu menambahkan Danantara mengapresiasi dukungan regulator dan parlemen terhadap inisiatif tersebut, serta berharap proses regulasi dapat berjalan lancar dan mendorong penguatan pasar modal pada paruh kedua tahun ini.

(Sumber: Antara) 

x|close