Iran Kecam Bungkamnya Dewan Keamanan PBB atas Serangan AS-Israel

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Mar 2026, 06:40
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
PBB PBB (Istimewa)

Ntvnews.id, Taheran - Duta Besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Amir Saeid Iravani, kembali melontarkan kritik keras kepada United Nations dan United Nations Security Council yang dinilai terus bersikap diam.

Kritik tersebut muncul di tengah konflik bersenjata antara United States dan Israel melawan Iran yang telah memasuki hari ke-11.

Dilansir dari AFP, Kamis, 12 Maret 2026, Iravani menilai Dewan Keamanan PBB secara sengaja menutup mata terhadap berbagai pelanggaran serius yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel dalam operasi militer mereka di wilayah Iran.

Menurutnya, sikap tersebut sangat disayangkan karena Dewan Keamanan memiliki mandat utama untuk menjaga perdamaian dan keamanan dunia sebagaimana tercantum dalam Piagam PBB.

"Republik Islam Iran mengutuk keras kejahatan yang terungkap ini. Semua pelaku harus bertanggung jawab penuh. Sangat disesalkan bahwa Dewan Keamanan terus berdiam diri dan menutup mata terhadap pelanggaran berat ini, padahal itu adalah tanggung jawab utama mereka," tegas Iravani.

Baca Juga: Konflik Timur Tengah, Puan Minta PBB Segera Bertindak

Lebih jauh, Iravani menuding beberapa anggota Dewan Keamanan berupaya memutarbalikkan fakta dengan menukar posisi antara pihak korban dan pihak agresor. Ia juga menilai terdapat upaya sistematis melalui resolusi yang dianggap bias dan bermotif politik untuk melindungi pihak agresor sekaligus menyudutkan pihak yang menjadi korban.

Di tengah kritik tersebut, situasi di lapangan terus memanas seiring meningkatnya retorika dari kedua kubu. Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, sebelumnya menyampaikan ancaman akan melancarkan serangan militer yang paling intens.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) Antonio Guterres. ANTARA/Kuntum Riswan/am. <b>(Antara)</b> Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) Antonio Guterres. ANTARA/Kuntum Riswan/am. (Antara)

Pernyataan itu langsung memicu reaksi keras dari para pemimpin Iran yang menolak jalur negosiasi dan bahkan melontarkan ancaman balasan kepada Presiden Donald Trump.

Hingga kini, konflik terus berkembang. Iran dilaporkan melancarkan serangan baru ke wilayah Israel serta beberapa negara di kawasan Teluk Arab. Di sisi lain, Israel meningkatkan intensitas serangan udara ke Iran dan Lebanon, sambil menghadapi pertempuran sengit melawan kelompok militan Hezbollah.

Ketegangan yang terus meningkat ini menandai salah satu periode paling kritis bagi stabilitas keamanan di kawasan Timur Tengah dalam beberapa tahun terakhir.

x|close