Trump Posting Video Barack Obama dan Istri Berbadan Kera, Jadi Aksi Paling Rasis

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Feb 2026, 11:17
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menjadi sorotan setelah membagikan sebuah video kontroversial di media sosial Truth Social. Unggahan tersebut memuat cuplikan bernuansa rasis yang menampilkan mantan Presiden Barack Obama dan mantan Ibu Negara Michelle Obama digambarkan sebagai kera. Video itu kemudian dihapus menyusul gelombang kritik luas, termasuk dari internal Partai Republik.

Video berdurasi sekitar 62 detik itu diunggah Trump tanpa keterangan tambahan dan berisi klaim mengenai dugaan kecurangan dalam Pemilu Presiden Amerika Serikat 2020. Pada bagian akhir video, muncul gambar Barack dan Michelle Obama yang dimanipulasi menyerupai kera, dengan latar musik The Lion Sleeps Tonight.

Unggahan tersebut langsung menuai kecaman tajam. Senator Republik Tim Scott, politikus kulit hitam yang dikenal sebagai sekutu Trump, secara terbuka mendesak agar video itu segera dihapus. Ia menyebut unggahan tersebut sebagai “hal paling rasis yang pernah saya lihat keluar dari Gedung Putih,” sebagaimana dikutip BBC.

Meski kritik bermunculan, Gedung Putih sempat membela unggahan itu. Dalam pernyataan awal, pihak Gedung Putih menyebut video tersebut sebagai “video meme internet” dan meminta para pengkritik untuk “menghentikan kemarahan palsu.”

Baca Juga: Shayne Pattynama Berharap Prestasi Futsal Menular ke Sepak Bola

Namun tekanan publik terus meningkat. Sejumlah senator Partai Republik ikut menyuarakan penolakan, hingga akhirnya video itu dihapus dari akun Truth Social milik Trump. Seorang pejabat Gedung Putih kemudian menyatakan bahwa unggahan tersebut merupakan kesalahan staf yang “secara keliru” memposting video tanpa persetujuan yang semestinya.

Penelusuran lebih lanjut mengungkap bahwa video tersebut bukan konten orisinal Trump. Video itu diketahui berasal dari unggahan di platform X pada Oktober lalu, yang dibuat oleh seorang kreator meme konservatif bernama Xerias.

Selain Barack dan Michelle Obama, video tersebut juga menampilkan sejumlah tokoh Partai Demokrat lain yang digambarkan sebagai hewan. Di antaranya anggota DPR Alexandria Ocasio-Cortez, Wali Kota New York Zohran Mamdani, serta mantan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton. Mantan Presiden Joe Biden juga ditampilkan sebagai kera yang sedang memakan pisang.

Hingga berita ini diturunkan, Barack dan Michelle Obama belum memberikan pernyataan resmi terkait beredarnya video tersebut. Meski Trump tidak menambahkan komentar apa pun saat mengunggah video itu, penyebarannya, yang merupakan salah satu dari puluhan unggahan yang ia bagikan dalam satu malam dinilai memperburuk situasi dan memperluas kecaman publik.

Baca Juga: Harga Emas Antam Akhir Pekan Naik Jadi Rp2,92 Juta per Gram

Kritik dari Partai Republik pun terus mengalir. Tim Scott kembali menegaskan sikapnya dengan mengatakan ia “berdoa agar video itu palsu karena ini adalah hal paling rasis yang pernah saya lihat dari Gedung Putih,” serta menekankan bahwa unggahan tersebut seharusnya segera diturunkan.

Anggota DPR Republik dari New York, Mike Lawler, juga mengecam unggahan tersebut. Ia menyebut video itu “salah dan sangat ofensif, baik disengaja maupun tidak,” dan menuntut agar unggahan tersebut dihapus disertai permintaan maaf.

Senator Republik dari Utah, John Curtis, menyatakan bahwa video itu “secara terang-terangan rasis dan tidak dapat dibenarkan.” Menurutnya, konten tersebut tidak seharusnya diunggah sejak awal, apalagi dibiarkan beredar dalam waktu lama.

Laporan CBS, menyebutkan bahwa anggota DPR Florida Byron Donalds, pendukung lama Trump yang kini mencalonkan diri sebagai gubernur, turut menghubungi Gedung Putih setelah video itu viral. Kepadanya disampaikan bahwa unggahan tersebut merupakan kesalahan staf yang “mengecewakan presiden.”

BBC juga mengonfirmasi telah meminta klarifikasi kepada Gedung Putih terkait siapa saja yang memiliki akses ke akun media sosial presiden serta bagaimana proses persetujuan unggahan dilakukan.

Dalam pernyataan terpisah kepada BBC, Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt kembali membela unggahan tersebut. Ia menyebut video itu sebagai “meme internet yang menggambarkan Presiden Trump sebagai Raja Hutan dan Partai Demokrat sebagai karakter dari The Lion King,” sembari kembali meminta media untuk “menghentikan kemarahan palsu.”

x|close