Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak menyampaikan permintaan maaf meski mendapat kecaman luas terkait video bernuansa rasis yang menggambarkan mantan Presiden Barack Obama dan mantan Ibu Negara Michelle Obama sebagai monyet. Trump menegaskan bahwa dirinya tidak melakukan kesalahan.
Video tersebut diunggah Trump melalui media sosial Truth Social pada Kamis, 5 Februari 2026 malam, di tengah banyaknya unggahan lain di akunnya. Konten itu bertahan hampir 12 jam sebelum akhirnya dihapus oleh Gedung Putih setelah menuai kemarahan lintas partai, termasuk dari sekutu dekat Trump.
Gedung Putih berdalih bahwa seorang staf telah "secara keliru membuat unggahan tersebut".
Dilansir dari USA Today, Senin, 9 Februari 2026, saat berbicara kepada wartawan di pesawat kepresidenan Air Force One, Trump mengatakan hanya menonton bagian awal video berdurasi sekitar satu menit itu dan tidak melihat bagian yang menampilkan keluarga Obama.
Video tersebut memuat promosi teori konspirasi terkait kekalahan Trump dari mantan Presiden Joe Biden dalam Pilpres 2020. Namun, menjelang akhir video, wajah Obama dan Michelle Obama ditampilkan pada tubuh monyet selama sekitar satu detik.
Baca Juga: Trump Posting Video Barack Obama dan Istri Berbadan Kera, Jadi Aksi Paling Rasis
"Saya melihat bagian awalnya. Baik-baik saja," ucapnya. "Itu adalah unggahan yang sangat kuat terkait kecurangan pemilu," sebut Trump.
"Tidak ada yang mengetahui bahwa ada hal itu di bagian akhir. Jika mereka menontonnya, mereka akan melihatnya, dan mungkin mereka akan cukup bijaksana untuk menghapusnya," katanya.
Trump menjelaskan bahwa setelah menonton bagian awal, ia meneruskan video tersebut kepada stafnya, yang menurutnya seharusnya menonton hingga selesai.
"Seseorang lalai dan melewatkan bagian yang sangat kecil," ucapnya. "Saya kira mungkin tidak ada yang meninjau bagian akhirnya," kata Trump.
Ketika ditanya apakah ia akan meminta maaf di tengah seruan dari Partai Republik, Trump menolak.
"Tidak. Saya tidak membuat kesalahan," tegas Trump.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berpidato di acara tahunan World Economic Forum di Davos, Swis, pada 21 Januari 2026. (ANTARA/Xinhua/Lian Yi) (Antara)
Saat ditekan lebih lanjut, ia mengatakan mengutuk bagian rasis dalam video tersebut. "Tentu saja," ucapnya.
Trump juga menepis anggapan bahwa video itu dapat merusak citra Partai Republik di kalangan pemilih kulit hitam. Ia membela rekam jejaknya dengan menyatakan, "Ngomong-ngomong, saya adalah presiden yang paling tidak rasis yang pernah Anda miliki dalam waktu yang lama," klaim Trump.
Kecaman atas video tersebut datang dari Partai Demokrat yang menyebut Trump sebagai sosok "keji", serta dari sejumlah politisi Partai Republik yang jarang mengkritiknya. Senator Tim Scott, sekutu dekat Trump dan satu-satunya senator kulit hitam dari Partai Republik, menyebut video itu sebagai "hal yang paling rasis yang pernah saya lihat dari Gedung Putih ini".
Baca Juga: Trump Dijadwalkan Terima Presiden Kolombia di Gedung Putih, Bahas Apa?
Senator John Curtis, Pete Ricketts, dan Roger Wicker juga mengecam unggahan tersebut. Curtis menyebutnya sebagai unggahan yang "sangat rasis dan tidak dapat dimaafkan", sementara Ricketts mengatakan bahwa "orang waras" akan menganggap video itu "rasis".
Wicker menilai video itu "sama sekali tidak dapat diterima". Ketiganya mendesak Trump untuk menyampaikan permintaan maaf meskipun unggahan tersebut telah dihapus.
Arsip - Presiden AS Donald Trump berbicara kepada wartawan saat perjalanan ke Tokyo di pesawat Air Force One, Senin 27 Oktober 2025. ANTARA FOTO/REUTERS/Evelyn Hockstein/agr (Antara)