Ntvnews.id, Istanbul - Partai Bhumjaithai yang dipimpin Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul diproyeksikan meraih suara terbanyak dalam pemilihan umum legislatif Thailand yang digelar pada Minggu, 8 Februari 2026. Meski unggul, perolehan kursi partai tersebut diperkirakan belum mencukupi untuk membentuk pemerintahan secara mandiri.
Berdasarkan hasil penghitungan tak resmi yang dikutip Thai Inquirer, dengan sekitar 85 persen suara telah masuk, Partai Bhumjaithai diperkirakan mengamankan 177 dari total 500 kursi DPR Thailand.
Dengan raihan tersebut, Bhumjaithai diproyeksikan menjadi partai terbesar di parlemen. Sementara itu, partai oposisi Pheu Thai yang sebelumnya dipimpin Paetongtarn Shinawatra diperkirakan hanya memperoleh 82 kursi.
Dengan komposisi tersebut, Partai Bhumjaithai berpeluang membentuk pemerintahan koalisi, salah satunya dengan Partai Kla Tham yang diprediksi menguasai 62 kursi legislatif.
Untuk dapat membentuk pemerintahan, calon perdana menteri harus mendapatkan dukungan lebih dari setengah jumlah anggota DPR, yakni minimal 251 kursi.
Baca Juga: Thailand Gelar Pemilu, Pertarungan Reformis dan Konservatif
Pemilu legislatif kali ini juga menjadi yang pertama diselenggarakan bersamaan dengan referendum konstitusi.
Dari hasil sementara referendum tersebut, sekitar 59,4 persen pemilih mendukung penyusunan Undang-Undang Dasar baru sebagai pengganti UUD yang disahkan oleh junta militer pada 2017.
Lebih dari 50 juta warga negara Thailand yang memiliki hak pilih berpartisipasi dalam pemilu untuk menentukan 500 anggota DPR dari sekitar 5.000 calon legislatif.
Tempat pemungutan suara dibuka pada pukul 08.00 dan ditutup pada pukul 17.00 waktu setempat. Pemilu ini digelar menyusul pembubaran DPR Thailand pada 12 Desember 2025, atau setahun lebih awal dari berakhirnya masa jabatan empat tahunan parlemen.
Dalam pelaksanaan pemilu, Perdana Menteri Anutin Charnvirakul menggunakan hak pilihnya di Provinsi Buri Ram yang dikenal sebagai basis utama Partai Bhumjaithai.
Baca Juga: Jepang Gelar Pemilu Kilat di Tengah Salju
Berdasarkan sistem pemilu Thailand, sebanyak 400 kursi DPR diisi melalui daerah pemilihan, sementara 100 kursi lainnya dialokasikan secara proporsional berdasarkan perolehan suara nasional partai politik.
Komisi Pemilihan Umum Thailand memperkirakan tingkat partisipasi pemilih mencapai sekitar 75 persen, dengan mayoritas pemilih datang ke tempat pemungutan suara pada pagi hari. Namun, Ketua Komisi Pemilihan Umum Thailand Narong Klanwarin menyebut kehadiran pemilih berpotensi mencapai 80 hingga 90 persen.
Otoritas pemilu dijadwalkan memverifikasi hasil penghitungan suara dan mengumumkan hasil resmi pemilu dalam waktu 60 hari, atau paling lambat pada Rabu, 9 April 2026.
(Sumber: Antara)
Foto yang diambil dengan ponsel ini menunjukkan Perdana Menteri sementara Thailand dan pemimpin Partai Bhumjaithai, Anutin Charnvirakul, memberikan suaranya di sebuah tempat pemungutan suara di Provinsi Buriram, Thailand, Minggu, 8 Februari 2026. ANTARA/Xinhua/aa. (Antara)