Ntvnews.id , Jakarta - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak, memastikan persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini tetap berjalan sesuai rencana meski terjadi eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Pernyataan tersebut disampaikan saat Konsolidasi Perhajian dan Umrah di Asrama Haji Banten, Selasa 3 Maret 2026.
Menurut Dahnil, hingga saat ini belum ada dampak yang dirasakan terhadap proses persiapan.
Ia menyebut progres penyelenggaraan haji telah mencapai sekitar 95 persen, mencakup kesiapan akomodasi, transportasi, konsumsi, hingga pembayaran layanan di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).
Baca Juga: Wamenhaj Tegaskan Petugas Haji Hadir untuk Melayani, Bukan Nebeng Ibadah
Tahapan yang tersisa saat ini adalah proses pengelompokan jamaah atau grouping, yakni pembagian jamaah calon haji ke dalam kelompok terbang (kloter).
Dahnil menjelaskan bahwa pengkloteran merupakan tahapan teknis untuk memastikan jadwal keberangkatan serta kesiapan layanan di Tanah Suci berjalan optimal.
Pemerintah, lanjutnya, terus memantau perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah dan berkoordinasi dengan otoritas terkait guna menjamin keamanan serta kelancaran ibadah haji bagi jamaah Indonesia.
Hingga kini, ia menegaskan tidak ada hambatan berarti dalam persiapan.
Baca Juga: Wamenhaj: Petugas Haji Wajib Lepaskan Latar Belakang Profesi di Tanah Suci
(Sumber: Antara)
Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak saat konsolidasi perhajian dan umrah di Embarkasi Banten, Selasa 3 Maret 2026. ANTARA/Asep Firmansyah (Antara)