Polda Metro Jaya Turun Tangan Tangani Kasus Perampokan di Bekasi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Mar 2026, 20:32
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto saat ditemui di Jakarta, Selasa, 3 Maret 2026. ANTARA/Ilham Kausar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto saat ditemui di Jakarta, Selasa, 3 Maret 2026. ANTARA/Ilham Kausar (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Tim gabungan Subdit Resmob dan Subdit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya

 diterjunkan untuk menangani kasus dugaan perampokan yang terjadi di Perumahan Prima Lingkar Asri, Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, pada Senin, 2 Maret 2026.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyampaikan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung bersama jajaran Polres Metro Bekasi Kota.

"Benar, saat ini Polres Metro Bekasi Kota bersama Subdit Jatanras dan Subdit Resmob Polda Metro Jaya tengah melaksanakan penyelidikan terkait kasus tersebut," kata Budi dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, 3 Maret 2026.

Ia menambahkan, hingga kini penyidik belum dapat membeberkan motif di balik peristiwa tersebut karena proses pendalaman masih berjalan.

"Fokus utama tim saat ini adalah mengumpulkan fakta, mengungkap pelaku, dan melakukan penangkapan," katanya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota Kompol Andi Muhammad Iqbal mengatakan bahwa pihaknya masih menelusuri identitas serta jumlah pelaku yang terlibat dalam peristiwa yang terjadi pada Senin dini hari, 2 Maret 2026 tersebut.

Baca Juga: Sebuah Mobil Diamuk Massa di Pintu Keluar Ruko Bekasi Mas

"Untuk pelakunya masih dalam penyelidikan, termasuk jumlah (pelaku)," kata Andi saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin, 2 Maret 2026.

Andi menjelaskan, kejadian itu pertama kali terungkap setelah anak perempuan korban melaporkan adanya dugaan perampokan di rumah mereka.

"Jadi yang temukan terlebih dahulu itu adalah anak perempuannya yang tinggal di situ. Jadi, bertiga mereka tinggal," katanya.

Menurut Andi, anak korban yang biasanya dibangunkan sang ibu untuk mempersiapkan sahur merasa heran karena hingga alarm berbunyi pukul 04.00 WIB ia tidak juga dibangunkan.

"Kemudian anak korban akhirnya turun untuk sahur, tapi dia kaget karena rumahnya masih gelap dan tidak ada jawaban saat dirinya memanggil orang tuanya," katanya.

Karena curiga, anak tersebut mencoba membuka pintu kamar orang tuanya, namun tidak berhasil lantaran diduga telah dirusak. Ia kemudian memanggil anggota keluarga lain hingga akhirnya mereka berhasil membuka paksa jendela kamar untuk masuk ke dalam.

"Saat itulah kedua korban ditemukan dalam kondisi tergeletak, ayahnya berinisial EU (65) ditemukan tewas dan istrinya P (60) kondisinya kritis," kata Andi.

Baca Juga: Perampokan Bersenjata Sasar Toko Pokemon

(Sumber: Antara) 

x|close