Ntvnews.id, Washington D.C - Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) dilaporkan tengah menyusun rencana untuk mengerahkan kelompok tempur kapal induk kedua ke kawasan Timur Tengah.
Berdasarkan keterangan tiga pejabat AS, langkah tersebut diambil di tengah meningkatnya tekanan Presiden Donald Trump terhadap Iran dalam proses negosiasi yang sedang berlangsung.
Trump menyatakan sedang mempertimbangkan pengiriman kapal induk kedua ke wilayah tersebut. Salah satu pejabat anonim yang dikutip The Wall Street Journal menyebutkan bahwa perintah pengerahan dapat dikeluarkan dalam waktu singkat. Meski demikian, para pejabat itu menegaskan bahwa presiden belum memberikan instruksi resmi.
Dilansir dari Anadolu, Kamis, 12 Februari 2026, Pentagon disebut telah menyiapkan kelompok tempur tersebut untuk dikerahkan, kemungkinan dari Pantai Timur AS, dalam kurun sekitar dua pekan.
Baca Juga: Eks Presiden FIFA Dukung Boikot Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat
Menurut laporan itu, kapal induk USS George H.W. Bush saat ini sedang menjalani latihan di perairan lepas pantai Virginia. Sumber anonim menyebut latihan tersebut dapat dipercepat guna mempercepat proses pengerahan.
Pentagon menolak memberikan komentar terkait laporan tersebut.
Amerika Serikat sebelumnya telah memperkuat kehadiran militernya di kawasan Timur Tengah, seiring peringatan Trump kepada Iran agar segera mencapai kesepakatan.
Washington sebelumnya telah mengerahkan kapal induk USS Abraham Lincoln dari Laut China Selatan ke wilayah tersebut.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. ANTARA/HO-Anadolu Ajensi/pri. (Antara)
Trump pada Rabu juga menggelar pertemuan tertutup dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Usai pertemuan, Trump mengatakan belum ada keputusan final selain mendorong agar negosiasi dengan Iran terus berlanjut.
“Tidak ada kesepakatan definitif yang dicapai selain saya menegaskan bahwa negosiasi dengan Iran harus terus berjalan untuk melihat apakah kesepakatan dapat diwujudkan,” tulis Trump di platform Truth Social.
Baca Juga: Prabowo dan Trump Bakal Bertemu Pekan Depan, Bahas Apa?
Ia menambahkan bahwa kesepakatan akan menjadi opsi yang lebih diutamakan jika bisa tercapai. Namun, jika gagal, ia mengisyaratkan adanya kemungkinan langkah lain.
“Terakhir kali Iran memutuskan tidak membuat kesepakatan, mereka terkena (Operasi) Midnight Hammer itu tidak berjalan baik bagi mereka. Mudah-mudahan kali ini mereka lebih rasional dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Kapal Induk Amerika Serikat Abraham Lincoln. (Antara)