Hashim: APBN Rp2 Triliun untuk Konservasi Way Kambas Buat Jaga Harimau dan Gajah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Feb 2026, 11:36
thumbnail-author
Dedi
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo (NTV)

Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah mengalokasikan Rp2 triliun atau sekitar 120 juta dolar AS dari APBN untuk konservasi Taman Nasional Way Kambas di Lampung.

Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, menegaskan bahwa dana tersebut murni berasal dari anggaran negara.

“Ini uang kita semua, uang rakyat dari APBN, bukan bantuan luar negeri. Digunakan untuk menjaga kawasan konservasi yang penting bagi gajah, harimau, dan keanekaragaman hayati,” kata Hashim dalam Nusantara Sustainability Trend Forum((Nature 2026).

Preskom NT Corp Nurdin Tampubolon, Direksi Nusantara TV dan Hashim Djojohadikusumo <b>(NTVnews / Dedi)</b> Preskom NT Corp Nurdin Tampubolon, Direksi Nusantara TV dan Hashim Djojohadikusumo (NTVnews / Dedi)

Menurutnya, kebijakan ini menunjukkan perubahan besar dalam prioritas pembangunan nasional.

“Dulu mungkin konservasi dianggap kurang prioritas. Di bawah Presiden Prabowo, konservasi menjadi prioritas strategis,” ujarnya.

Langkah ini juga diumumkan di London dan mendapat pujian dari berbagai kalangan internasional. Hashim menyebut dunia melihat Indonesia semakin serius dalam membiayai perlindungan lingkungannya sendiri.

Sementara itu, Raja Charles III dari Inggris kata Hashim menyoroti besarnya potensi lahan konservasi di Aceh yang dinilainya memiliki daya tarik global.

Menurut Hashim, Aceh memiliki bentang alam hutan tropis yang masih relatif terjaga, ekosistem gambut, serta keanekaragaman hayati yang menjadi paru-paru dunia. Kawasan tersebut dinilai sangat relevan dengan perhatian global terhadap isu perubahan iklim, konservasi satwa langka, dan perlindungan hutan primer.

“Ini bukan hanya soal menjaga alam, tetapi bagaimana konservasi bisa berjalan seiring dengan penguatan ekonomi masyarakat,” ujar Hashim.

x|close