Hashim: Kita Mau Wariskan Negara yang Rakyatnya Tidak Miskin, Bisa Sekolah dan Sehat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Feb 2026, 12:49
thumbnail-author
Dedi
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo (NTVnews / Dedi)

Ntvnews.id, Jakarta - Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, menegaskan pembangunan berkelanjutan bukan sekadar soal lingkungan, tetapi juga tentang warisan kesejahteraan bagi generasi mendatang.

Menjawab pertanyaan perwakilan pemuda dalam Nusantara Sustainability Trend Forum 2026 (Nature 2026), Hashim mengatakan pemerintah ingin mewariskan Indonesia yang rakyatnya sehat, terdidik, dan tidak miskin.

“Kita mau wariskan negara yang rakyatnya tidak miskin, bisa bersekolah dengan baik, sehat, dan ekonominya besar tapi merata,” ujar Hashim, Kamis, 12 Februari 2026.

Ia menyoroti ketimpangan sosial ekonomi yang masih tinggi di Indonesia. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi harus berjalan seiring dengan pemerataan kesejahteraan.

Hashim Djojohadikusumo bersama Preskom NT Corp dan Direksi NTV <b>(NTVnews / Dedi)</b> Hashim Djojohadikusumo bersama Preskom NT Corp dan Direksi NTV (NTVnews / Dedi)

“Tujuan berdirinya bangsa ini bukan kemakmuran untuk segelintir orang saja. Sila kelima Pancasila adalah keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” tegasnya.

Hashim juga menekankan pentingnya keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan.

“Jangan kita korbankan alam demi pertumbuhan ekonomi. Tapi jangan juga kita menjaga alam tanpa menggerakkan ekonomi. Dua-duanya harus berjalan,” katanya.

Ia membayangkan dalam 20–30 tahun ke depan, Indonesia dapat berdiri sejajar dengan negara maju seperti Jepang, Jerman, dan Prancis—tanpa harus menjadi negara adidaya bersenjata nuklir.

“Kita tidak ingin jadi super power dengan bom atom. Tapi kita ingin setara, dihormati, dan kuat secara ekonomi,” ujar Hashim.

Menurutnya, keberhasilan itu hanya bisa dicapai melalui integritas, efisiensi tata kelola, serta komitmen politik yang konsisten terhadap pembangunan berkelanjutan.

x|close