Warga Binaan Lapas Diberdayakan untuk Menyiapkan Bahan Baku MBG

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Feb 2026, 11:21
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang. ANTARA/HO-BGN. Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang. ANTARA/HO-BGN. (Antara)

Ntvnews.id, Purwakarta - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi Nanik Sudaryati Deyang berkunjung ke Desa Cileunca, Kecamatan Bojong Kanda, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, awal pekan ini. Ia hadir untuk menanam dan memanen bayam di kebun, bersama para narapidana dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Purwakarta yang sedang dibina untuk menjadi petani.

Kegiatan itu adalah rangkaian acara Pemberdayaan Warga Binaan Lapas Menjadi Petani Lokal dalam Mendukung Program MBG.

Acara digagas Wakil Bupati Purwakarta, Abang Ijo Hafidin, bersama Dinas Pemasyarakatan Purwakarta, dan Direktorat Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat (Prokerma) BGN.

“Kami bersyukur, karena Ibu Waka berkenan hadir ke tempat ini,” kata Abang Ijo.

Warga binaan Lapas itu adalah para narapidana yang terlibat dalam berbagai kasus kejahatan, mulai dari kasus tawuran, pencurian, penggelapan, perampokan, pelecehan seks, narkoba sampai pembunuhan.

Mereka tinggal menjalani hukuman 2-3 bulan sebelum bebas. Menurut Wakil Bupati Purwakarta, dia menjalin kerja sama dengan Kepala Lapas Purwakarta untuk menyiapkan para napi sebelum kembali ke masyarakat dengan berbagai keahlian, termasuk bertani.

Baca Juga: BGN Atur Distribusi MBG untuk Ibu Hamil, Menyusui, dan Balita

Wakil Bupati Abang Ijo sengaja menyewakan beberapa hektar lahan pertanian, senilai Rp 5 juta/hektar. Lahan itu kemudian diolah para warga binaan Lapas dan ditanami sayuran bayam dan kangkung bersama para Ibu-Ibu petani.

Selama setengah hari mereka mendapat honor Rp 65 ribu per hari. Selanjutnya mereka akan diarahkan untuk menanam sayuran lain yang dibutuhkan di dapur-dapur MBG.

Nanik sangat mengapresiasi gagasan Wakil Bupati Purwakarta itu. Sebab, dengan kegiatan seperti ini, para penghuni Lembaga Pemasyarakatan bisa diberdayakan untuk bertani. Ia juga memastikan bahwa sayuran yang mereka tanam dan mereka panen itu bisa disalurkan untuk memasok dapur MBG.

Ia bahkan langsung mengingatkan para Koordinator Kecamatan (Korcam) dan Koordinator Wilayah (Korwil) Purwakarta agar seluruh SPPG di wilayah mereka menerima pasokan sayuran produksi rakyat dan warga binaan.

“Nanti masukkan ke SPPG, Korcam, dan juga Korwil, sampaikan. Kalau itu dari binaan Lapas harus diterima. Kalau nggak diterima. Saya tutup dapurnya. Tutup. Nggak ada cerita!” kata Nanik dengan tegas.

Pada acara itu, Nanik menyempatkan diri untuk berdialog dengan sekitar 40 narapidana yang sedang menjalani masa-masa akhir penahanan di Lapas Purwakarta, dan tengah diberdayakan sebagai petani.

Baca Juga: BGN Perluas Cakupan MBG untuk Anak Usia 6–59 Bulan

“Kamu kenapa? Penggelapan? Jangan gelap-gelapin, lah… jalan yang bener aja… Dipenjara kan nggak enak juga, nggak bisa ketemu saudara, nggak ketemu isteri…,” ujarnya.

Mantan jurnalis senior itu lalu menghimbau para warga binaan Lapas Purwakarta itu agar insyaf, rajin sholat, bertaubat dengan sebenar-benarnya dan tidak mengulangi kesalahan-kesalahan sebelumnya.

“Kamu punya anak perempuan, kan? Memangnya kamu mau kalau anakmu diperlakukan seperti itu juga,” kata Nanik kepada seorang narapidana yang dihukum karena kasus susila.

Ketua Harian Tim Koordinasi 17 Kementerian dan Lembaga untuk Pelaksanaan Program MBG itu menghimbau para narapidana binaan Lapas Kelas II Purwakarta untuk mempersiapkan diri sebelum kembali ke tengah masyarakat. Salah satunya dengan bekerja dan memulai usaha pertanian. Nanik pun mengajak mereka untuk berikrar.

“Saya berjanji tidak akan mengulangi lagi apa yang sudah saya lakukan,” ujarnya diikuti para warga binaan.

x|close