AS Siap Pertimbangkan Operasi Militer Berminggu-minggu ke Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 16 Feb 2026, 06:05
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi - pembicaraan nuklir Iran dan Amerika Serikat. ANTARA/Anadolu/py Ilustrasi - pembicaraan nuklir Iran dan Amerika Serikat. ANTARA/Anadolu/py (Antara)

Ntvnews.id, Washington D.C - Militer Amerika Serikat (AS) dilaporkan tengah menyiapkan skenario operasi militer jangka panjang selama beberapa pekan terhadap Iran apabila Presiden Donald Trump mengeluarkan perintah serangan. Dua pejabat AS menyebut situasi ini berpotensi berkembang menjadi konflik besar, di tengah proses diplomasi yang masih berjalan.

Dilansir dari Reuters, Senin, 16 Februari 2026, kedua pejabat tersebut berbicara secara anonim mengingat sensitivitas rencana tersebut. Mereka menilai langkah ini membawa risiko besar bagi upaya diplomatik antara Washington dan Teheran.

Utusan AS Steve Witkoff dan Jared Kushner dijadwalkan melakukan perundingan dengan Iran pada Selasa di Jenewa, dengan Oman berperan sebagai mediator. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga mengingatkan bahwa meski Trump lebih memilih tercapainya kesepakatan, “itu sangat sulit dilakukan”.

Di sisi lain, Trump telah memperkuat kehadiran militer di kawasan, memicu kekhawatiran tentang kemungkinan aksi militer baru. Para pejabat AS menyebut Pentagon mengirimkan tambahan kapal induk ke Timur Tengah, disertai ribuan personel, pesawat tempur, kapal perusak rudal berpemandu, serta kekuatan tempur lain yang siap melakukan dan menahan serangan.

Baca Juga: Menlu: Iran Berupaya Pastikan Penggunaan Nuklir Secara Damai

Trump, yang berbicara usai acara militer di Fort Bragg, Carolina Utara, secara terbuka mengungkapkan kemungkinan pergantian pemerintahan di Iran. Ia menyatakan bahwa “sepertinya itu akan menjadi hal terbaik yang bisa terjadi”.

Meski enggan menyebut siapa yang diinginkan untuk menggantikan pemerintahan Iran, Trump mengatakan bahwa “ada orang-orang”.

"Selama 47 tahun, mereka terus berbicara dan berbicara dan berbicara," kata Trump.

Arsip - Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (ANTARA/Anadolu/py) <b>(Antara)</b> Arsip - Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (ANTARA/Anadolu/py) (Antara)

Trump juga dikenal skeptis terhadap pengerahan pasukan darat ke Iran. Tahun lalu ia mengatakan bahwa “hal terakhir yang ingin Anda lakukan adalah pasukan darat”, dan pengerahan kekuatan AS saat ini menunjukkan fokus pada serangan udara dan laut.

Saat diminta komentar terkait persiapan operasi militer jangka panjang, juru bicara Gedung Putih Anna Kelly menyatakan bahwa “Presiden Trump memiliki semua opsi yang tersedia terkait Iran”.

"Dia mendengarkan berbagai perspektif tentang setiap isu, tetapi membuat keputusan akhir berdasarkan apa yang terbaik untuk negara dan keamanan nasional kita," kata Kelly. Sementara itu, Pentagon menolak memberikan komentar.

x|close