Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa dokumen investigasi yang baru dibuka ke publik terkait terpidana kejahatan seksual Jeffrey Epstein tidak memuat informasi yang memberatkannya dan secara efektif telah membersihkan namanya. Pernyataan itu disampaikan pada Minggu, 15 Februari 2026.
Saat berbicara kepada wartawan di dalam Air Force One dalam perjalanan menuju Florida, Trump merespons rilis jutaan halaman dokumen hasil penyelidikan terhadap jaringan perdagangan seks anak yang melibatkan Epstein.
Dilansir dari Yeni Safak, Senin, 16 Februari 2026, Trump mengaku belum membaca langsung berkas-berkas tersebut dan masih mengandalkan penjelasan dari sejumlah pihak yang ia sebut sebagai “orang-orang yang sangat penting.”
Menurutnya, pengarahan itu menunjukkan bahwa dokumen tersebut bukan hanya tidak memberatkannya, tetapi justru bertentangan dengan ekspektasi para pengkritiknya.
Baca Juga: Trump Bakal Bahas Gaza di KTT Perdana Dewan Perdamaian, Siap Umumkan Pasukan Stabilisasi
“Saya tidak melihatnya sendiri, tetapi saya diberi tahu oleh beberapa orang yang sangat penting bahwa itu bukan hanya membebaskan saya (dari tuduhan), justru kebalikannya dari apa yang orang-orang harapkan,” kata Trump, sembari menuding pihak yang kecewa sebagai kelompok berhaluan "kiri radikal."
Selain menyinggung dokumen Epstein, Trump juga menuduh penulis Michael Wolff bersekongkol dengan mendiang Epstein untuk merusak posisinya secara politik. Ia mengisyaratkan bahwa dugaan kerja sama tersebut bertujuan menjatuhkan reputasinya dan menyatakan sedang mempertimbangkan langkah hukum terhadap Wolff.
Namun, Gedung Putih tidak segera memberikan bukti atas tuduhan konspirasi tersebut. Wolff sendiri dikenal sebagai penulis sejumlah buku yang kritis terhadap Trump dan pemerintahannya.
Berkas Epstein kembali menjadi sorotan setelah postingan viral di 4Chan muncul kembali dalam dokumen yang baru dirilis. (Times Now World)
Pernyataan Trump ini kembali menambah perhatian publik terhadap jaringan kriminal Epstein dan tokoh-tokoh berpengaruh yang pernah memiliki hubungan sosial dengannya.
Rilis lebih dari tiga juta halaman dokumen investigasi terkait Epstein kembali memicu spekulasi mengenai kemungkinan keterlibatan figur-figur berprofil tinggi.
Epstein, yang memiliki relasi luas dengan kalangan elite, meninggal dunia karena bunuh diri di pusat penahanan federal Manhattan pada 2019 saat menunggu persidangan atas tuduhan perdagangan seks.
Baca Juga: Dokumen FBI Ungkap Trump Pernah Akui “Semua Orang Tahu” Perilaku Epstein
Dokumen yang dipublikasikan mencakup kesaksian saksi, catatan penerbangan, serta berbagai bukti lain yang dikumpulkan selama penyelidikan.
Nama Trump sebelumnya tercantum dalam sejumlah dokumen terkait hubungan sosial masa lalunya dengan Epstein, namun Trump menegaskan bahwa dokumen terbaru tersebut menunjukkan dirinya tidak terlibat atau mengetahui aktivitas kriminal Epstein.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berpidato di acara tahunan World Economic Forum di Davos, Swis, pada 21 Januari 2026. (ANTARA/Xinhua/Lian Yi) (Antara)