Ntvnews.id, Jakarta - Tokoh Muslim Tionghoa Jusuf Hamka atau Baba Alun membantah anggapan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) berdampak negatif terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Menurut dia, program MBG justru membawa efek berganda bagi perekonomian nasional, terutama dalam membuka peluang kerja baru bagi masyarakat.
“Saya pikir tidak pas. Dengan adanya MBG ini, banyak lapangan pekerjaan yang tercipta,” ujar Jusuf Hamka di Jakarta, Senin, 16 Februari 2026.
Ia menilai, selama ini UMKM berperan sebagai penggerak utama dalam mendukung koperasi yang menjadi pemasok kebutuhan bahan baku MBG. Berbagai komoditas seperti telur, ayam, ikan, daging, susu, hingga sayuran diserap dari pelaku usaha lokal.
“Peternak telur, peternak ayam, ikan, semua daging, semuanya ikut terbeli. Sayur-sayuran juga terbeli,” kata dia.
Baca Juga: BGN Minta SPPG Dahulukan Ibu Hamil dan Balita dalam Program MBG
Meski mengakui pelaksanaan program tersebut belum sepenuhnya sempurna, Jusuf Hamka mengajak semua pihak untuk bersama-sama memperbaiki kualitas pelaksanaan, memperkuat pengawasan, meningkatkan kolaborasi, serta menyempurnakan mekanisme distribusi agar manfaatnya semakin tepat sasaran.
Baca Juga: Jusuf Hamka Kagum Nyali Prabowo Sikat Koruptor
Arsip - Siswa menunjukan paket makanan menu kuliner nusantara untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri Tanjunganom 3, Nganjuk, Jawa Timur, Kamis, 8 Januari 2026. Pada distribusi MBG hari pertama masuk sekolah usai libur, SPPG Dipan Tanju (Antara)
“Mungkin saat ini belum sempurna, seperti saya bilang, yuk kita sempurnakan bersama-sama,” ucapnya.
Ia juga mendorong masyarakat agar terus mendukung program-program pemerintah yang bertujuan memperluas kesempatan kerja dan menyerap tenaga kerja baru.
“Yuk, kita dukung program pemerintah karena pemerintah bukan hanya MBG, tapi juga menyerap tenaga kerja orang-orang kita,” kata dia.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa pemerintah terus merancang berbagai kebijakan strategis guna meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui program prioritas.
“Pemerintah sedang mencari bentuk untuk menyejahterakan dan memakmurkan rakyatnya,” kata dia.
Baca Juga: BGN Tegaskan Program MBG Miliki Nilai Strategis bagi Masa Depan Bangsa
Sebelumnya, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Sony Sonjaya, menekankan bahwa MBG memiliki arti penting dalam menentukan masa depan bangsa.
"Dari program unggulan, ini (MBG) yang paling atas, karena setiap ada acara dan setiap kegiatan, Presiden Prabowo Subianto senantiasa menyampaikan perihal makan bergizi," ujar dia.
Ia menjelaskan bahwa ketika Prabowo Subianto menyampaikan isu MBG dalam berbagai agenda kenegaraan, hal tersebut bukan semata-mata kebanggaan terhadap sebuah program, melainkan mencerminkan nilai strategis yang berkaitan langsung dengan masa depan generasi Indonesia.
Karena itu, MBG dinilai memiliki makna yang lebih luas dibanding sekadar program penyediaan makanan, melainkan bagian dari investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia.
(Sumber: Antara)
Mohammad Jusuf Hamka atau yang akrab disapa Babah Alun bersama sejumlah warga etnis Tionghoa, termasuk para pedagang Tanah Abang memberikan makanan berbuka puasa. (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)