Tim SAR Gabungan Cari Penambang Emas Ilegal yang Tertimbun Longsor di Jayapura

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 16 Feb 2026, 20:00
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Tim SAR gabungan berupaya mencari korban yang tertimbun longsor di kawasan penambangan emas ilegal di Batu Putih, Kota Jayapura, Senin, 16 Februai 2026. ANTARA/HO-SAR Jayapura Tim SAR gabungan berupaya mencari korban yang tertimbun longsor di kawasan penambangan emas ilegal di Batu Putih, Kota Jayapura, Senin, 16 Februai 2026. ANTARA/HO-SAR Jayapura (Antara)

Ntvnews.id, Jayapura - Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian terhadap seorang penambang emas ilegal yang diduga tertimbun longsor di kawasan Batu Putih, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura.

Kepala Kantor SAR Jayapura Anton Sucipto menyampaikan bahwa proses pencarian terhadap korban bernama Rafles Fonataba/Waromi (22) masih berlangsung sejak Minggu, 15 Februari 2026.

Peristiwa tersebut terungkap setelah adanya laporan dari Tambirana Woru ke Kantor SAR Sentani. Dalam laporannya, ia menjelaskan bahwa saat itu korban bersama sejumlah orang tengah melakukan penambangan tradisional di lokasi tersebut. Namun secara tiba-tiba terjadi longsor yang membuat korban tidak sempat menyelamatkan diri dan akhirnya tertimbun material tanah.

Baca Juga: 103 Kendaraan Terjebak Longsor di Ruas Jayapura-Wamena, 15 Sempat Tertimbun

Insiden longsor itu terjadi pada Minggu, 15 Februari 2026 sekitar pukul 14.30 WIT. Keluarga korban sempat berupaya melakukan pencarian secara mandiri, namun belum membuahkan hasil sehingga kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke Kantor SAR Sentani untuk mendapatkan bantuan.

Dalam operasi pencarian, tim SAR mengerahkan sejumlah peralatan pendukung, di antaranya kendaraan D-Max, perlengkapan ekstrikasi, Palkom, PalSAR, serta peralatan teknis lainnya guna mempercepat proses evakuasi.

"Pencarian masih terus dilakukan," kata Kepala Kantor SAR Jayapura Anton Sucipto.

Diketahui, kawasan Batu Putih yang menjadi lokasi kejadian merupakan area penambangan emas ilegal yang selama ini digunakan untuk aktivitas tambang tradisional.

Baca Juga: Longsor Putuskan Jalur Trans Papua Jayapura–Wamena di Sejumlah Titik

(Sumber: Antara)

x|close