Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan pentingnya menghadirkan nilai-nilai kelembutan dan kepedulian lingkungan dalam momentum Ramadhan 1447 Hijriah. Hal itu disampaikannya saat memberikan ceramah pada pelaksanaan shalat tarawih perdana di Masjid Istiqlal
Dalam tausiyahnya, Nasaruddin mengajak umat Islam memahami Ramadhan sebagai bulan yang mengedepankan sifat feminin—kelembutan, kasih sayang, dan kepedulian—dibandingkan sikap maskulin yang identik dengan kekerasan atau kemarahan.
"Allah SWT lebih menonjolkan dirinya sebagai the God, bukan the Lord, God itu feminin, Lord itu maskulin. Allah memperkenalkan dirinya sebagai yang Maha Lembut," katanya di Jakarta, Rabu.
Ia mengingatkan pentingnya membangun kesadaran ekologis dalam kehidupan beragama. Menurutnya, menjadi pribadi yang “hijau” berarti melembutkan hati dan menghindari sikap keras maupun emosional.
"Bulan Ramadhan ini mari kita niatkan bahwa saya akan menjinakkan diri saya, melembutkan hati, dan membersihkan kepala saya yang kotor. Saya akan bersahabat dengan alam semesta," ujar dia.
Sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin juga memaparkan rangkaian kegiatan selama bulan suci. Shalat tarawih akan diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh para qar’i bertaraf internasional yang tampil bergiliran hingga akhir Ramadhan.
"Setelah itu dilanjutkan kultum oleh penceramah yang dipilih dari berbagai latar belakang: populer karena keilmuannya, tokoh publik atau artis religius, maupun da'i (pendakwah) kondang," paparnya.
Selain agenda rutin tersebut, Masjid Istiqlal juga akan menggelar peringatan Nuzulul Quran yang melibatkan partisipasi negara-negara tetangga, termasuk para menteri agama se-Asia Tenggara.
"Takbiran pun dilakukan bersama dengan masjid-masjid raya di ibu kota Asia Tenggara, saling menyahut dalam kebersamaan," tuturnya.
Tema “Ramadhan Hijau” yang diangkat tahun ini tidak hanya bersifat simbolik. Nasaruddin menjelaskan bahwa Masjid Istiqlal telah menerapkan sistem pembangkit listrik tenaga surya yang mendapat perhatian internasional.
"Biasanya yang menjadi sorotan adalah gedung pencakar langit di Dubai atau Qatar, tetapi tahun lalu, yang menjadi perhatian dunia justru Masjid Istiqlal karena atap Istiqlal yang dipenuhi panel solar system. Dengan sistem ini, kami dapat menghemat energi dalam jumlah besar," ujar dia.
Tak hanya itu, pengelolaan air di masjid terbesar di Asia Tenggara tersebut juga dirancang ramah lingkungan. Seluruh air ditampung dalam bak besar untuk kemudian diolah kembali sehingga tidak terbuang percuma.
Melalui konsep ini, Nasaruddin berharap Ramadhan menjadi momentum pembentukan karakter umat yang lebih lembut, peduli lingkungan, dan selaras dengan alam.
(Sumber: Antara)
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengisi ceramah pada tarawih hari pertama Ramadhan 1447 H di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Rabu, 18 Februari 2026. (Antara)