Israel Batasi Akses Ramadhan di Al-Aqsa

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Feb 2026, 06:45
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Pemandangan Masjid Al Aqsa dan bentangan kota Yerusalem. ANTARA/Anadolu/aa. Ilustrasi - Pemandangan Masjid Al Aqsa dan bentangan kota Yerusalem. ANTARA/Anadolu/aa. (Antara)

Ntvnews.id, Yerusalem - Otoritas Israel mengumumkan akan mengizinkan sebanyak 10.000 jemaah Palestina untuk menunaikan salat Jumat di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem Timur, selama bulan suci Ramadan yang dimulai pada Rabu, 18 Februari 2026 waktu setempat. Namun, Israel juga memberlakukan pembatasan ketat terhadap akses masuk ke kompleks masjid tersebut selama Ramadan.

Dilansir dari AFP Kamks, 19 Februari 2026, Israel hanya mengizinkan pria Palestina berusia 55 tahun ke atas, perempuan Palestina berusia 50 tahun ke atas, serta anak-anak Palestina hingga usia 12 tahun untuk memasuki kompleks Al-Aqsa.

"Sepuluh ribu jemaah Palestina akan diizinkan masuk ke Temple Mount untuk salat Jumat sepanjang bulan Ramadan, dengan syarat mendapatkan izin harian khusus terlebih dahulu," demikian pengumuman COGAT, badan Kementerian Pertahanan Israel yang menangani urusan sipil Palestina di wilayah pendudukan.

Temple Mount merupakan istilah yang digunakan umat Yahudi untuk menyebut kompleks Masjid Al-Aqsa, yang bagi umat Islam merupakan situs suci ketiga sekaligus simbol nasional Palestina.

Baca Juga: Pemukim Israel Kembali Masuki Kompleks Masjid Al-Aqsa untuk Rayakan Hari Besar

"Akses masuk untuk pria akan diizinkan mulai usia 55 tahun, untuk wanita mulai usia 50 tahun, dan untuk anak-anak hingga usia 12 tahun jika didampingi oleh kerabat tingkat pertama," sebut pengumuman COGAT tersebut.

Selama Ramadan, ratusan ribu warga Palestina biasanya melaksanakan ibadah di Masjid Al-Aqsa yang terletak di Yerusalem Timur, wilayah yang direbut Israel pada 1967 dan dianeksasi melalui langkah yang tidak diakui secara internasional.

Ratusan Umat Yahudi Datangi Kompleks Al Aqsa untuk Gelar Ritual Ini <b>(Tangkapan Layar)</b> Ratusan Umat Yahudi Datangi Kompleks Al Aqsa untuk Gelar Ritual Ini (Tangkapan Layar)

Otoritas Yerusalem Palestina menyatakan bahwa otoritas Israel telah menghalangi Wakaf Islam Yerusalem lembaga yang dikelola Yordania untuk mengelola kompleks Al-Aqsa dalam melakukan persiapan rutin menjelang Ramadan, termasuk pemasangan struktur peneduh dan pendirian klinik medis sementara.

Seorang imam senior Masjid Al-Aqsa, Sheikh Muhammad al-Abbasi, mengatakan kepada AFP bahwa dirinya dilarang memasuki kompleks masjid tersebut.

"Saya telah dilarang masuk ke masjid selama seminggu, dan larangan itu dapat diperpanjang," katanya.

Baca Juga: Pemerintah Percepat Pendirian Kopdes Merah Putih di Seluruh Indonesia

Al-Abbasi menuturkan bahwa ia tidak diberi penjelasan terkait alasan larangan yang mulai berlaku sejak Senin, 16 Februari 2026 waktu setempat.

Berdasarkan kesepakatan yang telah berlaku lama, umat Yahudi diperbolehkan mengunjungi kompleks Al-Aqsa yang mereka anggap sebagai lokasi kuil pertama dan kedua namun tidak diizinkan untuk beribadah di sana.

Israel menyatakan tetap berkomitmen mempertahankan status quo tersebut, meski pihak Palestina menilai kesepakatan itu semakin terkikis. Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah warga ultranasionalis Yahudi yang menentang larangan berdoa di kompleks tersebut meningkat, termasuk politisi sayap kanan Itamar Ben-Gvir yang sempat berdoa di kawasan Al-Aqsa saat menjabat Menteri Keamanan Nasional Israel pada 2024 dan 2025.

x|close