Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintahan Trump merampungkan perjanjian perdagangan bersejarah dengan Indonesia yang akan memberikan akses pasar yang belum pernah ada sebelumnya bagi Amerika Serikat serta membuka terobosan besar bagi sektor manufaktur, pertanian, dan digital Amerika. Presiden Donald J. Trump dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto juga menandatangani dokumen hari ini yang menegaskan komitmen kuat mereka untuk melaksanakan perjanjian ini.
Ketentuan utama Perjanjian Perdagangan Timbal Balik AS–Indonesia meliputi:
1. Indonesia akan menghapus hambatan tarif atas lebih dari 99% produk Amerika Serikat yang diekspor ke Indonesia di seluruh sektor, termasuk produk pertanian, produk kesehatan, hasil laut, teknologi informasi dan komunikasi, produk otomotif, dan bahan kimia.
2. Indonesia akan mengatasi berbagai hambatan non-tarif, termasuk membebaskan perusahaan dan barang asal Amerika Serikat dari persyaratan kandungan lokal, menerima standar keselamatan dan emisi kendaraan bermotor federal AS, menerima standar FDA untuk perangkat medis dan farmasi, menghapus persyaratan sertifikasi dan pelabelan yang membebani, menghapus persyaratan pra-pengapalan, serta mengambil langkah untuk menyelesaikan berbagai isu hak kekayaan intelektual yang telah lama berlangsung.
Baca Juga: Trump Bakal Ungkap Dokumen Rahasia Pentagon soal Alien dan UFO
3. Indonesia akan mengatasi dan mencegah hambatan terhadap produk pertanian Amerika Serikat di pasar Indonesia, termasuk dengan membebaskan produk pangan dan pertanian dari semua rezim perizinan impor serta memastikan transparansi dan keadilan terkait indikasi geografis, termasuk untuk daging, keju, dan produk lainnya.
4. Indonesia berkomitmen untuk menghapus hambatan perdagangan digital, termasuk menghapus pos tarif HTS atas “produk tidak berwujud”, mendukung moratorium permanen atas bea masuk untuk transmisi elektronik di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) segera dan tanpa syarat, serta memastikan persaingan yang setara bagi perusahaan layanan pembayaran elektronik Amerika Serikat.
5. Indonesia berkomitmen untuk bergabung dengan Forum Global tentang Kelebihan Kapasitas Baja dan mengambil langkah untuk mengatasi kelebihan kapasitas global di sektor baja serta dampaknya.
6. Amerika Serikat dan Indonesia akan bekerja sama untuk meningkatkan ketahanan rantai pasok, mengatasi penghindaran bea masuk, dan memastikan kontrol ekspor serta keamanan investasi yang memadai. Indonesia akan mencabut pembatasan ekspor ke Amerika Serikat untuk semua komoditas industri, termasuk mineral kritis.
7. Indonesia berkomitmen untuk mengadopsi dan menerapkan larangan impor yang melibatkan kerja paksa serta menghapus ketentuan dalam undang-undang ketenagakerjaan yang membatasi pekerja dan serikat pekerja dalam menjalankan kebebasan berserikat dan hak perundingan bersama secara penuh. Amerika Serikat dan Indonesia memuji kesepakatan komersial besar senilai sekitar USD 33 miliar untuk investasi di sektor pertanian, kedirgantaraan, dan energi di Amerika Serikat, yang semakin meningkatkan ekspor Amerika Serikat ke Indonesia. Kesepakatan ini mencakup: - Pembelian sekitar USD 15 miliar komoditas energi Amerika Serikat. - Pengadaan pesawat komersial dan barang serta jasa terkait penerbangan senilai sekitar USD 13,5 miliar, termasuk dari Boeing. - Pembelian lebih dari USD 4,5 miliar produk pertanian Amerika Serikat.
Baca Juga: Prabowo dan Trump Sepakati Perjanjian Dagang Resiprokal
Freeport-McMoRan menandatangani Nota Kesepahaman dengan Indonesia untuk memperpanjang izin pertambangannya dan memperluas operasi di distrik mineral Grasberg, tambang tembaga terbesar kedua di dunia. Kesepakatan ini diperkirakan menghasilkan pendapatan tahunan sebesar USD 10 miliar dan akan semakin memperkuat rantai pasok Amerika Serikat untuk mineral kritis.
Presiden Prabowo dan Presiden Donlad Trump (Istimewa)
Presiden Trump telah menghadirkan kesepakatan perdagangan yang visioner dan luas di salah satu pasar terbesar di Asia Tenggara, yang menguntungkan pekerja Amerika Serikat, eksportir, petani, dan inovator digital.
Dalam beberapa minggu ke depan, Amerika Serikat dan Indonesia akan menjalankan prosedur domestik yang berlaku untuk memberlakukan Perjanjian ini.
1. Amerika Serikat akan mempertahankan tarif timbal balik sebesar 19% untuk impor dari Indonesia, kecuali untuk produk tertentu yang diidentifikasi yang akan menerima tarif timbal balik 0%.
2. Amerika Serikat berkomitmen membentuk mekanisme yang memungkinkan produk tekstil dan garmen tertentu dari Indonesia menerima tarif timbal balik 0% untuk volume tertentu impor tekstil dan garmen, yang akan ditentukan berdasarkan jumlah ekspor tekstil yang diproduksi dari kapas Amerika dan input serat buatan dari Amerika Serikat.
3. Amerika Serikat dapat mempertimbangkan secara positif dampak Perjanjian ini terhadap keamanan nasional, termasuk mempertimbangkan Perjanjian ini saat mengambil tindakan perdagangan berdasarkan Pasal 232 Undang-Undang Perluasan Perdagangan tahun 1962.
4. Amerika Serikat saat ini memiliki defisit perdagangan barang terbesar ke-15 dengan Indonesia.
5. Total defisit perdagangan barang Amerika Serikat dengan Indonesia mencapai USD 23,7 miliar pada tahun 2025.
6. Sebelum kesepakatan ini, tarif rata-rata sederhana yang diterapkan Indonesia adalah 8%, sementara tarif rata-rata Amerika Serikat adalah 3,3%.
Presiden Trump menantang asumsi bahwa pekerja dan pelaku usaha Amerika Serikat harus menoleransi praktik perdagangan tidak adil yang telah merugikan mereka selama beberapa dekade dan berkontribusi pada defisit perdagangan global yang historis. Pada 2 April 2025, Presiden Trump menyatakan keadaan darurat nasional sebagai respons terhadap defisit perdagangan barang Amerika Serikat yang besar dan persisten yang disebabkan oleh kurangnya timbal balik dalam hubungan perdagangan bilateral, hambatan tarif dan non-tarif yang tidak adil, serta kebijakan ekonomi mitra dagang Amerika Serikat yang menekan upah domestik dan konsumsi.
Presiden Trump terus memajukan kepentingan rakyat Amerika Serikat dengan menghapus hambatan tarif dan non-tarif serta memperluas akses pasar bagi eksportir Amerika Serikat. Amerika Serikat telah mencapai perjanjian perdagangan dengan mitra dagang utama yang mencakup lebih dari setengah PDB global. Pengumuman hari ini menunjukkan bahwa Amerika Serikat dapat melindungi produksi domestik dan memperkuat basis industri pertahanannya sambil memperoleh akses pasar yang luas dengan mitra dagangnya.
Baca Juga: Mahkamah Agung AS Batalkan Tarif Global Trump, Apa Alasannya?
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump resmi menandatangani kesepakatan dagang terkait tarif resiprokal atau Agreements on Reciprocal Trade (ART).