Brasil Desak AS Berlakukan Tarif Secara Adil untuk Semua Negara

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Feb 2026, 08:10
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip foto - Presiden Brazil Luiz Inacio Lula da Silva. ANTARA/Xinhua/Lucio Tavora/aa. Arsip foto - Presiden Brazil Luiz Inacio Lula da Silva. ANTARA/Xinhua/Lucio Tavora/aa. (Antara)

Ntvnews.id, Brasilia - Presiden Amerika Serikat Donald Trump berencana menaikkan tarif global menjadi 15%, meningkat dari rencana sebelumnya sebesar 10% yang diumumkan sehari sebelumnya. Menanggapi kebijakan tersebut, Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva menyerukan agar Trump menerapkan perlakuan yang setara terhadap seluruh negara.

"Saya ingin mengatakan kepada Presiden AS Donald Trump bahwa kami tidak menginginkan Perang Dingin baru. Kami tidak menginginkan campur tangan di negara lain, kami ingin semua negara diperlakukan secara setara," kata Lula kepada wartawan di New Delhi, dilansir dari AFP, Senin, 23 Februari 2026.

Diketahui, Mahkamah Agung AS yang didominasi hakim konservatif memutuskan dengan perbandingan suara enam berbanding tiga bahwa undang-undang tahun 1977 yang dijadikan dasar oleh Trump untuk memberlakukan tarif mendadak terhadap negara-negara tertentu, yang mengganggu perdagangan global, "tidak memberi wewenang kepada Presiden untuk memberlakukan tarif".

Lula menegaskan dirinya tidak ingin mencampuri keputusan Mahkamah Agung negara lain, namun berharap hubungan antara Brasil dan Amerika Serikat "akan kembali normal" dalam waktu dekat.

Baca Juga: Mahkamah Agung AS Batalkan Tarif Global Trump, Apa Alasannya?

Pemimpin sayap kiri Brasil itu juga dijadwalkan berkunjung ke Washington bulan depan untuk bertemu dengan Trump.

"Saya yakin hubungan Brasil-AS akan kembali normal setelah percakapan kita," kata Lula.

Ia menambahkan bahwa Brasil hanya ingin "hidup damai, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kehidupan rakyat kami".

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. ANTARA/HO-Anadolu Ajensi/pri. <b>(Antara)</b> Presiden Amerika Serikat Donald Trump. ANTARA/HO-Anadolu Ajensi/pri. (Antara)

Relasi Brasil dan Amerika Serikat dinilai mulai membaik setelah beberapa bulan ketegangan antara Washington dan Brasilia. Sebagai bagian dari perbaikan hubungan, pemerintahan Trump mengecualikan sejumlah ekspor utama Brasil dari tarif 40% yang sebelumnya diberlakukan pada negara Amerika Selatan tersebut.

"Dunia tidak membutuhkan lebih banyak gejolak, dunia membutuhkan perdamaian," kata Lula yang tiba di India pada Rabu untuk menghadiri KTT kecerdasan buatan.

TERKINI

Istri Netanyahu Suka Teriak-teriak hingga Hina ART

Luar Negeri Selasa, 11 Agu 2026 | 09:20 WIB

Kemenlu Pastikan Seluruh WNI di Kolombia Aman Usai Gempa M 7,4

Luar Negeri Selasa, 11 Agu 2026 | 09:19 WIB

Calon Senator Muslim AS Sindir Trump

Luar Negeri Selasa, 11 Agu 2026 | 09:18 WIB

Hujan Deras Berhari-hari di Filipina, 16 Orang Tewas

Luar Negeri Selasa, 11 Agu 2026 | 09:10 WIB

Israel Tutup Desa Kristen di Tepi Barat Palestina

Luar Negeri Selasa, 11 Agu 2026 | 09:05 WIB

Prabowo Bakal Buka Muktamar ke-35 NU di Jombang 27 Agustus

Nasional Selasa, 11 Agu 2026 | 09:04 WIB

Modus-modus SMS Pinjaman Online Cepat Cair yang Bodong

News Selasa, 11 Agu 2026 | 09:03 WIB

Kerangka Wanita Hamil Berusia 9.000 Tahun Ditemukan

Luar Negeri Selasa, 11 Agu 2026 | 08:55 WIB
Load More

HIGHLIGHT

x|close