Pengamat: Jadi Wakil Komandan Pasukan Perdamaian Gaza, Kapasitas RI Diakui Dunia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Feb 2026, 15:09
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Presiden RI Prabowo Subianto (kanan) bersalaman dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam pertemuan perdana (Inaugural Meeting) Board of Peace (BoP) yang digelar di Donald Trump United States Institute of Peace, Washington, D.C., Amerika Ser Presiden RI Prabowo Subianto (kanan) bersalaman dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam pertemuan perdana (Inaugural Meeting) Board of Peace (BoP) yang digelar di Donald Trump United States Institute of Peace, Washington, D.C., Amerika Ser (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Penunjukkan Indonesia sebagai Wakil Komandan International Stabilization Force (ISF) untuk menjaga perdamaian di Gaza, Palestina, merupakan pengakuan bahwa Indonesia tak lagi berada di pinggiran percaturan geopolitik global.

Pengamat politik sekaligus peneliti Indikator Politik Indonesia, Bawono Kumoro, menilai bahwa Indonesia semakin diperhitungkan dan dipercaya oleh dunia internasional.

"Mandat ini harus dilihat sebagai bentuk trust diberikan oleh dunia internasional. Penunjukkan Indonesia sebagai Wakil Komandan ISF merupakan pengakuan terhadap kapasitas, kredibilitas dan juga rekam jejak Indonesia selama ini dalam misi perdamaian internasional," kata Bawono dalam keterangan tertulis, Senin, 23 Februari 2026.

Ia menambahkan, keterlibatan Indonesia ini sejalan dengan prinsip politik bebas aktif yang dianut Indonesia, yakni tidak berpihak kepada blok mana pun dan aktif dalam menciptakan perdamaian dunia.

Baca Juga: Jadi Wakil Komandan Pasukan Perdamaian Gaza, Menlu: Ini Penghargaan

"Dengan menjalankan mandat sebagai wakil komandan ISF tersebut, Indonesia akan kian menegaskan posisi sebagai pemain aktif dalam menjaga stabilitas perdamaian global. Keberadaan Indonesia dalam forum Board of Peace adalah bagian dari inisiator forum itu, bukan pemain pinggiran," ucapnya.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah menegaskan komitmen kuat Indonesia dalam mendukung terwujudnya perdamaian yang berkelanjutan di kawasan Timur Tengah, khususnya Palestina saat menyampaikan sambutan pada Inaugural Meeting Board of Peace di Washington DC, Amerika Serikat, Kamis, 19 Februari 2026.

Baca Juga: Hamas Respons Penunjukan Indonesia sebagai Wakil Komandan Pasukan Stabilisasi di Gaza

Prabowo Subianto dalam pertemuan Board of Peace <b>(Istimewa)</b> Prabowo Subianto dalam pertemuan Board of Peace (Istimewa)

Baca Juga: Jadi Wakil Komandan Pasukan Perdamaian di Gaza, Pakar: Babak Baru Peran RI

"Visi tentang perdamaian yang nyata ini akan tercapai. Akan ada berbagai tantangan, namun kita akan mampu mengatasinya. Kita akan mewujudkan impian kita akan perdamaian di Palestina, perdamaian yang bertahan lama serta solusi damai bagi persoalan Palestina, termasuk di Gaza," ujar Prabowo.

Partisipasi Indonesia didasarkan pada prinsip penghormatan terhadap kedaulatan Palestina dan hak menentukan nasib sendiri bangsa Palestina. Indonesia secara konsisten mendukung kemerdekaan Palestina melalui solusi dua negara, sesuai hukum internasional dan parameter internasional yang telah disepakati.

Keikutsertaan Indonesia dalam ISF bukan untuk misi tempur dan bukan untuk misi demiliterisasi. Mandat Indonesia bersifat kemanusiaan, dengan fokus pada perlindungan warga sipil, bantuan kemanusiaan dan kesehatan, rekonstruksi, serta pelatihan dan penguatan kapasitas Polisi Palestina.

Personel Indonesia tidak akan terlibat dalam operasi tempur atau tindakan apa pun yang mengarah pada konfrontasi langsung dengan pihak bersenjata mana pun. Indonesia secara konsisten menolak segala upaya perubahan demografi maupun pemindahan atau relokasi paksa rakyat Palestina dalam bentuk apa pun.

x|close