Ntvnews.id, New York - Ribuan penerbangan dibatalkan setelah badai salju besar melanda New York dan sejumlah wilayah timur laut Amerika Serikat (AS). Para peramal cuaca memperingatkan ketebalan salju dapat mencapai hingga 60 sentimeter.
Situs pelacak penerbangan FlightAware mencatat lebih dari 5.000 penerbangan dibatalkan pada hari Senin. Perusahaan analitik penerbangan Cirium melaporkan lebih dari 25.000 penerbangan dijadwalkan berangkat dari AS pada hari yang sama, dengan pembatalan juga meningkat untuk Selasa, terutama di bandara utama kawasan timur laut.
Maskapai global, termasuk Singapore Airlines (SIA), turut membatalkan penerbangan ke dan dari bandara John F Kennedy serta Newark di New York. Sejumlah penerbangan SIA pada periode 22 hingga 25 Februari ikut terdampak.
“SIA akan menghubungi pelanggan yang terdampak untuk memberi tahu perubahan pada penerbangan mereka serta memberikan bantuan yang diperlukan. Karena situasi masih dapat berubah, penerbangan SIA lainnya juga mungkin terdampak,” demikian disampaikan dalam pemberitahuan resmi yang dikutip dari Channel News Asia, Rabu, 25 Februari 2026.
Baca Juga: Ribuan Massa Turun ke Fifth Avenue New York Protes Kebijakan Presiden Trump
Badai salju tersebut mengganggu perjalanan di sepanjang Pantai Timur, dari Washington hingga New England, dengan otoritas setempat meminta warga menghindari perjalanan darat. Layanan cuaca nasional AS melaporkan New York mengalami salju ringan disertai kabut beku pada dini hari dengan suhu terendah sekitar minus 1 derajat Celsius. Kondisi badai diperkirakan cepat meluas dari Maryland hingga New England bagian tenggara, sehingga perjalanan menjadi sangat berbahaya.
Kota New York menutup seluruh sekolah negeri dan menetapkan status darurat. Wali Kota Zohran Mamdani melarang kendaraan non-esensial melintas di jalan kota sejak Minggu malam hingga Senin siang demi memberi ruang bagi tim darurat dan alat pembersih salju.
“Saya mengimbau setiap warga New York untuk tetap di rumah,” kata Mamdani.
Gubernur New York Kathy Hochul mengerahkan 100 anggota Garda Nasional untuk membantu wilayah Long Island, New York City, dan Lower Hudson Valley yang diperkirakan paling terdampak. Kompleks markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Manhattan juga ditutup akibat badai.
Sejumlah warga berjalan-jalan di Central Park, New York City, Amerika Serikat (AS), Minggu (25/1/2026). Menurut Badan Layanan Cuaca Nasional (NWS) AS, hujan salju lebat dan lapisan es berbahaya diperkirakan terjadi di wilayah yang membentang dari Tex (Antara)
Departemen Keamanan Dalam Negeri memperkirakan sebagian wilayah timur laut menerima salju hingga 60 sentimeter dengan hembusan angin mencapai 112 kilometer per jam, meningkatkan risiko pohon tumbang dan pemadaman listrik. Meski menghadapi kendala pendanaan, respons bencana oleh Federal Emergency Management Agency tetap berjalan dengan prioritas keselamatan jiwa dan perlindungan properti.
Sementara itu, Gubernur New Jersey Mikie Sherrill menetapkan keadaan darurat di seluruh negara bagian dan meminta warga menanggapi badai dengan serius. “Orang-orang perlu menganggap ini sangat serius,” ujarnya.
Para peramal cuaca juga memperingatkan potensi pemadaman listrik akibat salju lebat dan angin kencang. Sekitar pukul 01.39 waktu setempat pada Senin, hampir 80.000 pelanggan di New Jersey dilaporkan kehilangan aliran listrik menurut situs poweroutage.us.
Sejumlah warga berjalan-jalan di Central Park, New York City, Amerika Serikat (AS), Minggu (25/1/2026). Menurut Badan Layanan Cuaca Nasional (NWS) AS, hujan salju lebat dan lapisan es berbahaya diperkirakan terjadi di wilayah yang membentang dari Tex (Antara)