Ntvnews.id
“Semangatnya, pemerintah berupaya menghadirkan creative hub di setiap kota sebagai pusat yang menjembatani kreativitas lintas generasi. Kita punya banyak potensi. Indonesia dikenal dengan keberagaman, budaya, dan kekhasan lokal yang unggul. Tinggal bagaimana kita mengemas,” ujar AHY dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, 25 Februari 2026
Ia mendorong penguatan ekosistem ekonomi kreatif melalui penyediaan creative hub di berbagai daerah, termasuk di Provinsi Banten.
Baca Juga: AHY Jadikan KTM Ponu Etalase Pembangunan Wilayah Perbatasan Indonesia–Timor Leste
Menurut AHY, Indonesia memiliki potensi besar dalam 17 subsektor ekonomi kreatif yang dinilai mampu menjadi motor penggerak perekonomian nasional di masa depan.
Ia menilai ekonomi kreatif akan menjadi salah satu pilar pertumbuhan nasional, terutama ketika ketergantungan terhadap sektor ekstraktif sumber daya alam semakin berkurang.
Dalam kesempatan tersebut, AHY juga melakukan panggilan video dengan Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, guna menjembatani aspirasi para pelaku ekonomi kreatif di Banten agar dapat segera ditindaklanjuti secara konkret.
“Ekonomi kreatif adalah masa depan ketika kita tidak bisa terus mengandalkan ekonomi berbasis ekstraktif. Kita perlu mengembangkan sektor berbasis kreativitas, termasuk industri,” katanya.
AHY menekankan bahwa pembangunan infrastruktur harus adaptif terhadap perkembangan zaman, termasuk dengan menyediakan fasilitas publik yang mendukung tumbuhnya kreativitas dan inovasi generasi muda.
Baca Juga: Dasco Posting Prabowo Teken Inpres Percepatan Pembangunan Wilayah Enggano yang Terisolasi
“Kami akan mendorong penyediaan fasilitas publik bukan hanya untuk infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan, melainkan juga ruang-ruang kreatif," ujarnya.
Sebagai informasi, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan berkomitmen memperkuat pembangunan infrastruktur sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi nasional melalui skema pembiayaan inovatif dan kerja sama dengan lembaga internasional.
Fokus pembangunan mencakup proyek strategis, pemerataan wilayah, serta keberlanjutan infrastruktur fisik dan digital guna menekan kesenjangan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengingat infrastruktur merupakan tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional.
AHY juga menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur yang inklusif dan berkeadilan untuk mengurangi kesenjangan antara wilayah Jawa dan luar Jawa.
(Sumber: Antara)
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan infrastruktur tidak hanya berorientasi pada jalan dan jembatan, melainkan juga pada penyediaan ruang kreatif bagi generasi muda. (ANTARA/HO-Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan) (Antara)