Ntvnews.id
Pejabat tersebut mengatakan kepada Kyodo News bahwa pendekatan pemerintahan Trump terhadap Korea Utara tidak mengalami perubahan.
Pernyataan itu muncul setelah media pemerintah Korea Utara melaporkan bahwa Kim, dalam kongres partai yang berkuasa, memberi sinyal kemungkinan memperbaiki hubungan dengan Washington apabila kebijakan yang dianggap bermusuhan terhadap Pyongyang dihentikan.
Menurut pejabat itu, Trump sebelumnya telah menggelar tiga pertemuan puncak bersejarah dengan Kim yang dinilai berkontribusi pada stabilitas di Semenanjung Korea.
Baca Juga: China Awasi Korut yang Beru Sinyal Bakal Buka Dialog dengan AS
Kongres Partai Buruh Korea yang berlangsung selama sepekan dan untuk pertama kalinya digelar sejak 2021 resmi berakhir pada Rabu, 25 Februari 2026. Sehari setelahnya, media resmi melaporkan bahwa Kim menilai Amerika Serikat tidak menunjukkan perubahan dalam apa yang ia sebut sebagai sikap permusuhan terhadap Pyongyang.
Meski demikian, Kim juga dikutip menyatakan bahwa "tidak ada alasan bagi kedua negara untuk tidak menjalin hubungan baik" jika AS mengubah pendekatannya.
Ia menegaskan masa depan hubungan bilateral sepenuhnya ditentukan oleh sikap Washington.
Selama ini, Korea Utara berupaya memperoleh pengakuan sebagai negara pemilik senjata nuklir serta mendorong pencabutan sanksi ekonomi yang dijatuhkan oleh AS dan sekutunya.
Pada 2018, Trump mencatat sejarah sebagai presiden AS pertama yang masih menjabat dan bertemu langsung dengan pemimpin Korea Utara saat berjabat tangan dengan Kim di Singapura.
Dalam pertemuan tersebut, keduanya menyepakati komitmen menuju denuklirisasi penuh Semenanjung Korea.
Baca Juga: Eks Diplomat Korut Nilai Kim Jong Un Nasibnya Bisa Seperti Maduro yang Digulingkan AS
Dua putaran dialog lanjutan digelar pada tahun berikutnya. Namun, perundingan berakhir tanpa kesepakatan konkret, sementara Korea Utara tetap melanjutkan pengembangan program rudal dan nuklirnya.
Trump sendiri beberapa kali menyatakan memiliki hubungan personal yang baik dengan Kim dan berharap diplomasi dapat dihidupkan kembali.
Namun dalam beberapa bulan terakhir, isu Korea Utara jarang disinggung secara terbuka oleh Trump.
Pada Selasa, 24 Februari 2026, dalam pidato Kenegaraan pertamanya sejak kembali ke Gedung Putih lebih dari setahun lalu, Trump juga tidak menyinggung Korea Utara.
(Sumber: Antara)
Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump bertemu dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di zona demiliterisasi yang memisahkan dua Korea, di Panmunjom, Korea Selatan, Minggu 30 Juni 2019. /ANTARA/REUTERS/Kevin Lamarque/aa. (Antara)