Eyal Zamir, ‘Otak’ Strategi Militer Israel yang Kini Kendalikan IDF

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Mar 2026, 10:09
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Eyal Zamir Jenderal Israel Pemimpin IDF Eyal Zamir Jenderal Israel Pemimpin IDF (Wikipedia)

Ntvnews.id, Jakarta - Eyal Zamir kini menjadi sosok paling berpengaruh di tubuh Israel Defense Forces (IDF), setelah resmi menggantikan Herzi Halevi sebagai Kepala Staf pada 5 Maret 2025. Pengangkatannya berlangsung di tengah tekanan besar terhadap institusi militer Israel pasca-serangan 7 Oktober 2023.

Zamir datang bukan sebagai figur baru. Ia telah menghabiskan hampir seluruh kariernya di pos-pos strategis militer Israel. Mulai dari memimpin Komando Selatan, wilayah yang beririsan langsung dengan Gaza, hingga menjabat Wakil Kepala Staf dan kemudian dipercaya sebagai Direktur Jenderal Kementerian Pertahanan.

Perannya sebagai Sekretaris Militer untuk Perdana Menteri juga menempatkannya di lingkaran keputusan paling inti, menjadikannya salah satu perwira yang paling terlatih dalam urusan strategi, doktrin, dan operasi tingkat nasional.

Di internal Israel, Zamir kerap dianggap sebagai “arsitek operasi” karena pemahamannya yang mendalam terhadap seluruh struktur pertahanan. Dalam berbagai laporan media dan analisis militer, ia bahkan disebut sebagai “otak strategi IDF”.

Baca Juga: Adu Kekuatan Militer Iran vs Israel yang Kini Saling Serang, Siapa Lebih Unggul?

Julukan tersebut merujuk pada pengaruhnya dalam merancang pendekatan ofensif Israel terhadap kelompok bersenjata di Gaza maupun arah kebijakan keamanan jangka panjang.

Dengan latar belakang kuat sebagai komandan lapangan dan pengambil kebijakan, kehadirannya di puncak komando IDF berarti Israel kembali berada di bawah kendali sosok yang memahami baik aspek teknis maupun politis sebuah operasi militer.

Namun kepemimpinannya juga dibayangi kontroversi. Berbagai negara dan lembaga internasional menyoroti strategi IDF di Gaza yang dinilai terlalu keras, terutama selama perang yang berlangsung setelah 7 Oktober.

Tuduhan kejahatan perang dan genosida sempat dialamatkan kepadanya oleh otoritas Turki, yang menilai operasi militer Israel menyebabkan korban sipil dalam jumlah besar. Israel menolak tuduhan tersebut, namun kritik global terhadap pendekatan militer yang diterapkan di bawah pengaruh Zamir tetap menjadi tekanan diplomatik yang tidak kecil.

Baca Juga: Sosok Ahmad Vahidi, Jenderal Iran Paling Disegani yang Naik Takhta Pimpin IRGC

Meski demikian, di dalam negeri Zamir dipandang sebagai sosok yang tegas dan fokus. Sejak hari pertama menjabat, ia menegaskan bahwa perang melawan Hamas belum selesai dan bahwa IDF harus mencapai “kemenangan penuh”.

Ia juga menyatakan bahwa militer telah menciptakan kondisi untuk kesepakatan pembebasan sandera, namun keputusan akhir berada di tangan pemerintah. Pernyataan tersebut memperlihatkan garis tipis yang harus dijaga antara komando militer dan keputusan politik, terutama di masa perang yang terus bergulir.

Dengan latar belakang panjang, reputasi kuat, dan kontroversi yang menyertainya, Zamir kini berada di posisi yang menentukan arah kebijakan militer Israel. Apakah ia akan membawa stabilitas atau justru memperluas eskalasi konflik, itu menjadi pertanyaan besar yang akan terus diamati dunia internasional.

Namun satu hal jelas, saat ini, Eyal Zamir adalah figur paling dominan dalam struktur militer Israel dan sosok yang mengendalikan salah satu kekuatan bersenjata paling berpengaruh di kawasan Timur Tengah.

x|close