Jalur Pendakian Rinjani Dibuka Mulai April 2026

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Mar 2026, 12:27
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Gunung Rinjani Lombok Nusa Tenggara Barat di Mataram, Selasa 3 Maret 2026. ANTARA/Akhyar Rosidi. Gunung Rinjani Lombok Nusa Tenggara Barat di Mataram, Selasa 3 Maret 2026. ANTARA/Akhyar Rosidi. (Antara)

Ntvnews.idMataram - Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) memastikan jalur pendakian di kawasan Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat, kembali dibuka mulai 1 April 2026. Sebelumnya, aktivitas pendakian ditutup sementara selama musim hujan guna mendukung pemulihan dan peningkatan ekosistem kawasan.

"Jalur pendakian Gunung Rinjani dibuka kembali pada 1 April 2026," kata Kepala Balai TNGR NTB Budhy Kurniawan di Mataram, NTB, Selasa, 3 Maret 2026.

Ia menjelaskan, pembukaan kembali jalur pendakian akan diawali dengan Ajang Rinjani Begawe 2026 yang digelar pada Sabtu 28 Maret 2026 di Teras Udayana, Kota Mataram.

Baca Juga: Kemenhut dan FMI Luncurkan Sistem Pelacak Pendaki di Gunung Rinjani

Kegiatan tersebut menjadi momentum dimulainya kembali aktivitas pendakian sekaligus peluncuran sejumlah program strategis berbasis kolaborasi dan pemberdayaan masyarakat.

"Kegiatan ini menjadi penanda resmi pembukaan jalur pendakian Gunung Rinjani sekaligus peluncuran berbagai program strategis berbasis kolaborasi dan pemberdayaan masyarakat," katanya.

Beberapa agenda utama dalam kegiatan itu antara lain peluncuran program Rinjani 7, Kalender Event Rinjani, Putri Rinjani, deklarasi kerja sama dengan Universitas Mataram, serta penyerahan surat keputusan persetujuan penggunaan air non-komersial.

"Kegiatan in sebagai wujud sinergi pengembangan ekowisata berkelanjutan," katanya.

Budhy menegaskan, Rinjani Begawe bukan sekadar acara seremonial, melainkan wadah kolaborasi untuk memperkuat konservasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar kawasan.

"Serta memastikan pendakian yang aman, nyaman dan bertanggung jawab," katanya.

Selama masa penutupan, Balai TNGR melakukan survei menyeluruh terhadap sejumlah jalur pendakian guna meningkatkan sarana dan prasarana.

"Ini salah satu upaya untuk peningkatan keselamatan jalur pendakian di kawasan Gunung Rinjani," katanya.

Beberapa jalur yang disurvei meliputi Aik Berik, Timbanuh, dan Tetebatu. Selain itu, dilakukan pula perencanaan pembangunan fasilitas pengaman di jalur Sembalun, Torean, dan Senaru.

Kegiatan tersebut mencakup penentuan lokasi pembangunan shelter, pemasangan railing, perbaikan serta penataan jalur, hingga penelusuran sumber mata air yang sangat vital bagi pendaki, khususnya di kawasan Plawangan Sembalun.

"Kemudian hasil survei tim akan menjadi pedoman utama dalam peningkatan dan pembangunan sarana serta prasarana pendakian," katanya.

Baca Juga: Pendaki Muda Dzikri Maulana yang Hilang di Gunung Ijen Ditemukan Lemas di Tebing Curam

Ia menambahkan, setiap temuan di lapangan, mulai dari kondisi jalur, titik rawan, kebutuhan fasilitas keselamatan, hingga aspek kenyamanan pendaki, dicatat dan dianalisis secara komprehensif.

"Data tersebut menjadi dasar dalam menentukan prioritas perbaikan dan pengembangan fasilitas, agar proses pendakian dapat berlangsung lebih aman, nyaman, tertata, dan tetap memperhatikan prinsip kelestarian lingkungan," katanya.

Menurutnya, pengelolaan jalur pendakian kini dilakukan berbasis data dan kondisi riil di lapangan, bukan sekadar asumsi.

"Harapannya, seluruh jalur dapat terus ditingkatkan kualitasnya sehingga mampu memberikan pengalaman pendakian yang lebih baik tanpa mengesampingkan aspek konservasi," katanya.

(Sumber: Antara)

x|close