A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Mendukbangga Minta SPPG Kreatif Olah Menu MBG Agar Anak Tidak Bosan - Ntvnews.id

Mendukbangga Minta SPPG Kreatif Olah Menu MBG Agar Anak Tidak Bosan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Mar 2026, 23:00
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Para petugas SPPG Cipanas Sindangjaya 5, Cianjur, Jawa Barat, mengolah menu ayam menjadi makanan siap masak atau ready to cook untuk disalurkan kepada penerima manfaat selama bulan Ramadhan pada Rabu, 4 Maret 2026. ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari. Para petugas SPPG Cipanas Sindangjaya 5, Cianjur, Jawa Barat, mengolah menu ayam menjadi makanan siap masak atau ready to cook untuk disalurkan kepada penerima manfaat selama bulan Ramadhan pada Rabu, 4 Maret 2026. ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari. (Antara)

Ntvnews.id, Cianjur, Jawa Barat - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji

 meminta setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menghadirkan inovasi dalam pengolahan menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kreativitas tersebut dinilai penting agar anak-anak, terutama balita, tidak merasa jenuh dengan sajian yang diberikan setiap hari.

"Jepang itu mampu modifikasi menunya dengan efektif dan efisien. Setiap hari mungkin menunya juga itu-itu saja, tetapi diolah dengan baik sehingga anak-anak tidak bosan dan tidak mengurangi kandungan gizinya," katanya saat meninjau SPPG Cipanas Sindangjaya 5, Cianjur, Jawa Barat, Rabu, 4 Maret 2026.

Ia menegaskan bahwa rasa bosan terhadap menu yang sama juga bisa dialami anak-anak sebagaimana orang dewasa. "Setahun saja misalnya, kalau tidak ada modifikasi, anak-anak bisa bosan," ujar dia.

Dalam kunjungannya, Wihaji mengapresiasi langkah SPPG Cipanas yang selama Bulan Ramadhan memproduksi makanan siap masak atau ready to cook berbahan dasar sayuran, protein, serta bahan olahan lainnya.

"Tadi saya lihat ada ikan diolah jadi siap masak selama bulan puasa, juga ada menu-menu lainnya yang kreatif, ini bisa jadi contoh baik untuk SPPG-SPPG yang lain," paparnya.

Baca Juga: MBG Ramadan Roti Susu Telur dan Kurma: Anak-Anak Antusias Menanti Setiap Hari

Ia juga menyoroti pentingnya intervensi gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan, yakni usia 0-2 tahun, karena periode tersebut sangat menentukan perkembangan otak dan pertumbuhan anak. "Usia ini sangat krusial diintervensi untuk menurunkan angka stunting," ucap Wihaji.

SPPG Cipanas Sindangjaya 5 melayani dua desa, yakni Desa Sindangjaya dan Desa Cipanas, dengan cakupan 12 satuan pendidikan atau sekitar 2.860 siswa. Selain itu, terdapat sekitar 200 penerima manfaat dari kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B).

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Bidang Peternakan Kamar Dagang dan Industri Indonesia Cecep Muhammad Wahyudin menjelaskan bahwa produksi makanan ready to cook selama bulan puasa dilakukan secara mandiri oleh SPPG tersebut.

"Ini yang perlu diluruskan kepada masyarakat. Makanan ready to cook itu bukan berarti ultra proses atau UPF, karena ini 85 persennya sayur dan protein, 25 persennya olahan," ujar Cecep.

Ia menambahkan, terdapat 18 pelaku UMKM serta Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang dilibatkan sebagai pemasok bahan baku Program MBG.

Baca Juga: BGN: 400 SPPG Harus Perbaiki Kualitas

"18 itu yang kita awasi betul-betul agar rantai pasok kita juga terjaga. Semakin banyak pemasok, semakin beragam, semakin baik untuk pemerataan ekonomi masyarakat," tuturnya.

Selain menjaga kualitas bahan baku, evaluasi rutin juga dilakukan melalui pertemuan bulanan yang melibatkan kepala posyandu dan kepala sekolah.

Menurut Cecep, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya penyegaran dan peningkatan mutu pelaksanaan program.

"SPPG ini juga punya juru masak berpengalaman. Ada yang sudah pernah masak untuk jamaah haji di Arab Saudi selama kurang lebih tujuh tahun, jadi kualitasnya tidak perlu diragukan lagi," ucap Cecep.

(Sumber: Antara) 

x|close