Iran Klaim Serang Dua Pangkalan Udara Israel di Tengah Eskalasi Baru

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Jun 2026, 15:19
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Ilustrasi rudal Iran untuk serangan balasan terhadap sejumlah target di Israel dan pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah. ANTARA/Anadolu/py. Ilustrasi rudal Iran untuk serangan balasan terhadap sejumlah target di Israel dan pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah. ANTARA/Anadolu/py. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Ketegangan antara Iran dan Israel kembali meningkat tajam. Otoritas Iran pada Senin (8/6) menyatakan bahwa mereka telah melancarkan serangan terhadap dua pangkalan udara Israel, yakni Nevatim dan Tel Nof. Aksi ini disebut terjadi di tengah gelombang saling serang yang menjadi eskalasi terbesar sejak gencatan senjata yang diberlakukan pada April lalu.

"Operasi tersebut dilakukan sebagai tanggapan terhadap serangan rudal yang diluncurkan oleh rezim Zionis... terhadap beberapa situs radar di tiga tempat berbeda di Iran," kata Garda Revolusi Islam Iran dalam sebuah pernyataan, dilansir kantor berita AFP, Senin (8/6/2026).

Di sisi lain, militer Israel (IDF) menyatakan bahwa pihaknya berhasil mencegat seluruh rudal yang ditembakkan Iran ke wilayah Israel pada pagi waktu setempat, sebagaimana dilaporkan The Times of Israel, Senin (8/6/2026).

Sebelumnya, situasi serupa juga terjadi pada Minggu (7/6), ketika sirene serangan udara berbunyi di Israel saat militer negara itu berupaya mencegat rentetan rudal Iran. Serangan tersebut disebut sebagai yang pertama sejak gencatan senjata April diberlakukan dalam konflik di kawasan Timur Tengah. Israel kemudian merespons dengan meluncurkan serangan rudal ke wilayah Iran.

Baca Juga: Dokter Haji Wafat Saat Bertugas di Makkah

Israel menyebut bahwa tindakan tersebut merupakan balasan atas serangan Iran pada hari yang sama yang meluncurkan 11 rudal ke wilayah Israel, seluruhnya diklaim berhasil dicegat tanpa menimbulkan korban jiwa.

Di tengah eskalasi tersebut, media Iran juga melaporkan bahwa Israel melancarkan serangan ke sebuah fasilitas industri di wilayah selatan Iran. Serangan itu disebut menyasar pabrik petrokimia di Mahshahr, barat daya Iran.

"Musuh Zionis telah melakukan serangan udara terhadap Perusahaan Petrokimia Karoon di Mahshahr," tulis media lokal Iran di Telegram, seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (8/6/2026).

Media tersebut juga mengutip seorang pejabat penegak hukum setempat yang menyebut bahwa proyektil Israel menghantam fasilitas tersebut.

Situasi semakin kompleks setelah Amerika Serikat turut merespons dinamika konflik ini. Presiden AS Donald Trump dilaporkan telah berupaya menahan eskalasi lebih lanjut dengan meminta Israel untuk tidak melakukan serangan balasan tambahan.

Baca Juga: Wawancara dengan Media Prancis, Prabowo: Kami Peracaya Moskow dan Beijing

"Saya akan menelepon Bibi (nama panggilan Netanyahu) sekarang dan mengatakan kepadanya untuk tidak membalas," kata Trump seperti dikutip oleh jurnalis Axios, Barak Ravid dalam wawancara telepon.

"Israel telah melakukan serangannya dan Iran telah melakukan serangannya. Kita tidak membutuhkan serangan lain," kata Trump seperti yang dilaporkan.

Ravid kemudian menyebut bahwa seorang pejabat AS mengonfirmasi Trump telah berbicara dengan Netanyahu, meskipun belum ada pernyataan resmi dari Gedung Putih maupun Trump.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper juga menyerukan agar kedua pihak menahan diri dan menghindari eskalasi lebih lanjut.

"Kembalinya konflik antara Iran dan Israel bukanlah kepentingan siapa pun," tulisnya di media sosial X, seraya menyerukan jalur diplomasi sebagai solusi.

x|close