Kemlu Sebut Inisiatif Prabowo ke Iran Upaya Dorong Perdamaian dan Wujud Politik Bebas Aktif

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Mar 2026, 16:44
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Yvonne Mewengkang dalam taklimat media di Jakarta, Kamis, 8 Januari 2026. (ANTARA/Cindy Frishanti) Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Yvonne Mewengkang dalam taklimat media di Jakarta, Kamis, 8 Januari 2026. (ANTARA/Cindy Frishanti) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menilai rencana Presiden RI Prabowo Subianto untuk berkunjung langsung ke Teheran, Iran, sebagai bagian dari upaya meredakan ketegangan di kawasan Teluk merupakan langkah yang sejalan dengan prinsip politik luar negeri Indonesia.

Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang menjelaskan bahwa Presiden Prabowo memang telah menawarkan diri untuk berperan sebagai fasilitator dialog atau negosiasi guna membantu menurunkan eskalasi konflik yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

“Hal tersebut tentunya konsisten dengan prinsip bebas aktif untuk terus mendorong penyelesaian damai dan mencegah luasnya konflik,” kata Yvonne dalam taklimat media di Jakarta, Jumat.

Menurut Yvonne, Presiden Prabowo siap menjalankan rencana tersebut apabila tawaran mediasi yang disampaikan mendapat persetujuan dari seluruh pihak yang terlibat dalam konflik. Kemlu, lanjutnya, akan menyiapkan dukungan yang diperlukan apabila langkah diplomatik tersebut terealisasi.

Baca Juga: Real Madrid siap Hadapi Celta Vigo

“Kementerian Luar Negeri pada dasarnya siap mengoordinasikan dengan kementerian terkait dan tentunya mempersiapkan sesuai arahan presiden,” ucap Yvonne.

Rencana tersebut sebelumnya juga diungkap oleh Ketua Dewan Penasihat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie setelah menghadiri pertemuan antara para kiai, ulama, dan cendekiawan Muslim dengan Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan pada Kamis (5/3) malam.

Dalam pertemuan itu, Presiden Prabowo disebut menyampaikan niatnya untuk ikut membantu meredakan ketegangan di Timur Tengah. Upaya tersebut direncanakan akan dilakukan bersama Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif.

"Beliau (Presiden Prabowo) bercerita sebelum pertemuan ini, tadi ada bicara telepon dengan Perdana Menteri Pakistan," kata Jimly.

Baca Juga: Komdigi Bakal Nonaktifkan Akun Medsos Anak di Bawah 16 Tahun Mulai 28 Maret 2026

"Dan yang saya bersyukur, Perdana Menteri Pakistan bersedia untuk bersama-sama dengan Presiden Prabowo untuk berkunjung ke Teheran. Itu yang diterangkan tadi oleh Presiden," sambung mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) RI itu.

Jimly menuturkan bahwa Presiden Prabowo menekankan tujuan utama dari rencana tersebut adalah untuk menahan agar situasi tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.

Presiden, kata Jimly, juga menjelaskan bahwa inisiatif itu bukan dimaksudkan sebagai tawaran perdamaian dalam kondisi yang telah memanas, melainkan lebih sebagai langkah pencegahan agar ketegangan tidak terus meningkat.

“Ayatollah-nya sudah dibunuh, masa ditawari damai, bukan dalam konteks itu, tetapi ini untuk mencegah eskalasi," kata dia.

Menurut Jimly, rencana Presiden Prabowo untuk mengambil peran dalam meredam eskalasi tersebut mendapatkan respons positif dari Perdana Menteri Pakistan.

x|close