A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Presiden MBZ: UEA Sedang Berada di Masa Perang - Ntvnews.id

Presiden MBZ: UEA Sedang Berada di Masa Perang

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Mar 2026, 06:40
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Abu Dhabi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meneruskan agenda lawatan luar negerinya mengunjungi Persatuan Emirat Arab (PEA) dan akan bertemu Presiden PEA, Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan atau MBZ. Abu Dhabi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meneruskan agenda lawatan luar negerinya mengunjungi Persatuan Emirat Arab (PEA) dan akan bertemu Presiden PEA, Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan atau MBZ. (Istimewa)

Ntvnews.id, Abu Dhabi - Presiden Mohammed bin Zayed Al Nahyan untuk pertama kalinya menyampaikan pernyataan terbuka terkait meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Pemimpin Uni Emirat Arab (UEA) itu mengatakan negaranya kini berada dalam situasi yang ia sebut sebagai masa perang.

"Kami sedang berada di masa perang dan saya berjanji akan memenuhi tugas untuk membela negara dan rakyat," ujar MbZ pada Jumat, 6 Matey 2026 saat mengunjungi para korban luka akibat serangan udara di UEA.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa negaranya tetap dalam kondisi kuat dan siap menghadapi berbagai ancaman yang mungkin muncul.

"UEA memiliki kulit tebal dan daging yang keras. Kami bukan mangsa yang mudah," kata MbZ dalam pernyataan yang disiarkan Abu Dhabi TV.

Ketegangan antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel belakangan turut menyeret sejumlah negara di kawasan Teluk.

Baca Juga: Makin Panas! Drone Serang Marina Dubai, Pemerintah UEA Bilang Begini

Sejumlah laporan media menyebut drone Iran sempat memasuki wilayah beberapa negara anggota Gulf Cooperation Council (GCC), termasuk UEA, Arab Saudi, Kuwait, Bahrain, Qatar, dan Oman. Dampak konflik juga dilaporkan dirasakan oleh negara non-GCC seperti Yordania dan Irak.

Dalam unggahan di platform X, MbZ menekankan bahwa keselamatan warga dan para pengunjung menjadi prioritas utama pemerintah UEA.

"Dengan rahmat Tuhan, UEA sepenuhnya siap menghadapi ancaman-ancaman ini. Saya menyampaikan apresiasi terdalam kepada angkatan bersenjata kami yang gagah berani, dinas keamanan yang berdedikasi, serta semua lembaga dan tim nasional yang bekerja tanpa lelah menjaga keamanan negara," tulis MbZ.

Marina Dubai <b>(Betterhomes)</b> Marina Dubai (Betterhomes)

Ia juga menyampaikan penghargaan atas solidaritas masyarakat yang tinggal di negara tersebut.

"Saya juga ingin menggarisbawahi rasa terima kasih saya yang tulus atas kesadaran yang ditunjukkan oleh komunitas Emirat dan saudara-saudari kami yang tinggal di negara ini, mitra di negara ini, yang telah menyatakan cinta dan kesetiaan mereka kepada UEA melalui kata-kata dan tindakan," ujarnya.

"Dengan berkat Tuhan, UEA, tanah Zayed akan tetap kuat dalam persatuannya, teguh mempertahankan kedaulatannya, dan terus melangkah menuju masa depan," lanjut MbZ.

Di sisi lain, Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Sabtu, 7 Maret 2026, menyampaikan permintaan maaf kepada negara-negara tetangga yang wilayahnya terdampak serangan.

Baca Juga: Kulit Sehat Berawal dari Skin Barrier yang Kuat, Ini Tips Perawatannya

Dalam pidato yang disiarkan televisi pemerintah Iran, ia menegaskan bahwa Teheran tidak memiliki niat menyerang negara-negara tersebut kecuali jika menghadapi ancaman dari mereka.

"Saya harus meminta maaf atas nama saya sendiri dan atas nama Iran kepada negara-negara tetangga yang diserang oleh Iran," kata Pezeshkian.

Sebelumnya, Iran menyatakan bahwa serangan yang terjadi di sejumlah negara Arab sebenarnya ditujukan pada pangkalan serta fasilitas militer milik Amerika Serikat. Pemerintah Iran juga menegaskan tidak memiliki niat melanggar kedaulatan negara-negara tersebut.

x|close