BGN Investigasi Penipuan Jual-Beli Titik Dapur Program MBG

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Mar 2026, 18:45
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Arsip foto-Para petugas SPPG Cipanas Sindangjaya 5, Cianjur, Jawa Barat, sedang menyiapkan makanan siap masak atau ready to cook untuk didistribusikan kepada penerima manfaat pada Rabu 4 Maret 2026. ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari. Arsip foto-Para petugas SPPG Cipanas Sindangjaya 5, Cianjur, Jawa Barat, sedang menyiapkan makanan siap masak atau ready to cook untuk didistribusikan kepada penerima manfaat pada Rabu 4 Maret 2026. ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari. (Antara)

Ntvnews.id , Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) terus melakukan investigasi terhadap kasus penipuan jual-beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belakangan marak dilakukan oleh oknum yang mengatasnamakan instansi tersebut.

Deputi Sistem dan Tata Kelola BGN Tigor Pangaribuan mengatakan investigasi harus dilakukan secara menyeluruh berdasarkan fakta.

“Menurut saya harus ada investigasi yang berdasar fakta,” kata Tigor saat dihubungi melalui pesan singkat di Jakarta, Selasa 10 Maret 2026.

Ia juga meminta masyarakat yang mendapat tawaran jual-beli titik SPPG untuk segera melapor ke Sentra Aduan Gizi Indonesia (SAGI) melalui Call Center 127 agar dapat segera ditindaklanjuti.

Baca Juga: BGN: Program Makan Bergizi Gratis Hanya Penuhi Sepertiga Kebutuhan Gizi Harian

Sementara itu, Kepala BGN Dadan Hindayana mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap berbagai tawaran bisnis yang mengatasnamakan Program Makan Bergizi Gratis dan meminta imbalan uang dalam bentuk apa pun.

“Untuk masyarakat agar selalu cermat dan hati-hati dengan berbagai tawaran bisnis apapun, termasuk tawaran terlibat dalam Program MBG,” ujar Dadan.

Ia menegaskan bahwa pihaknya akan melaporkan dan menindak secara hukum setiap pelaku penipuan yang terbukti mengatasnamakan program tersebut.

BGN mencatat maraknya penipuan yang memanfaatkan program prioritas peningkatan kualitas gizi nasional itu dengan berbagai modus, salah satunya iming-iming jual-beli titik SPPG dengan biaya tertentu.

Baca Juga: Penyandang Tunarungu Wicara Jadi Pegawai Dapur MBG: Program Ini Sangat Bermanfaat

Wakil Kepala BGN Sony Sanjaya mengungkapkan bahwa pihaknya pernah menerima laporan mengenai penawaran titik dapur SPPG dengan harga hingga Rp200 juta.

Menurutnya, sistem pendaftaran saat ini sudah ditutup sehingga masyarakat diminta waspada terhadap pihak-pihak yang mengklaim masih bisa membuka pendaftaran atau menawarkan titik baru.

Kasus terbaru dugaan penipuan yang mengatasnamakan Program MBG dilakukan oleh seorang perempuan asal Perumahan Pondok Permata, Kabupaten Babelan, Bekasi, Jawa Barat.

Dalam kasus tersebut, korban dilaporkan telah menyetorkan uang hingga puluhan juta rupiah setelah dijanjikan keuntungan besar dari pembukaan dapur SPPG.

(Sumber: Antara)

x|close