Ntvnews.id, Jakarta - Aksi perampokan terjadi di SPBU yang berlokasi di Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. Dalam kejadian tersebut, para pelaku menyasar brankas penyimpanan uang hasil penjualan dan menyekap sejumlah pegawai yang berada di lokasi.
Peristiwa itu dilaporkan terjadi sekitar pukul 03.00 WIB pada 10 Maret 2026. Komplotan pelaku diduga berjumlah beberapa orang dan berhasil membobol brankas yang berisi uang tunai hingga ratusan juta rupiah.
Saat menjalankan aksinya, para pelaku tidak hanya mengambil uang, tetapi juga melumpuhkan para karyawan SPBU dengan cara memukul serta menyekap mereka agar tidak melakukan perlawanan.
Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Sumarni, menjelaskan bahwa kejadian tersebut pertama kali diketahui setelah adanya laporan masyarakat melalui layanan Call Center Polri 110 pada pukul 03.20 WIB. Dari hasil penyelidikan awal, para pelaku diketahui masuk ke area mess karyawan SPBU sebelum menjalankan aksinya.
"Mereka (pelaku) masuk ke area mess SPBU dengan cara merusak pintu dan mengancam korban menggunakan senjata tajam serta besi panjang," ujar Sumarni saat dikonfirmasi, (10/3/26).
Baca Juga: Timur Tengah Makin Panas, Pangkalan Militer Italia di Irak Dihantam Rudal
Setelah berhasil masuk ke dalam area mess, para pelaku kemudian mendatangi ruangan tempat beberapa karyawan SPBU sedang beristirahat. Di ruangan tersebut, lima pegawai menjadi korban kekerasan saat komplotan pelaku berusaha membobol brankas penyimpanan uang.
Salah satu korban berinisial M (62) sempat mencoba melawan ketika pelaku mulai menjalankan aksinya. Namun upaya tersebut berujung pada serangan dari para pelaku yang membuatnya mengalami luka pada tangan kiri. Setelah itu, korban diikat menggunakan lakban agar tidak dapat bergerak.
Korban lain berinisial B (49) juga mengalami kekerasan. Ia ditendang dan dipukul oleh para pelaku ketika berusaha menghalangi aksi perampokan tersebut.
"Sedangkan korban lain, yakni A (24), M (44), dan H (53) ditutup kepalanya dengan selimut dan diikat menggunakan kabel, lakban, serta tali rafia," papar Sumarni.
Baca Juga: Menhut Sebut Belum Ada Pemda Ajukan Lahan Kawasan Hutan untuk Hunian Korban Banjir Sumatera
Setelah memastikan para korban tidak berdaya, komplotan pelaku kemudian menuju brankas penyimpanan uang yang berada di area SPBU. Brankas tersebut dirusak hingga akhirnya para pelaku berhasil mengambil seluruh uang tunai yang tersimpan di dalamnya.
Petugas kepolisian yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil pemeriksaan di lokasi, polisi menemukan sejumlah barang yang diduga digunakan dalam aksi tersebut.
"Ada satu brankas besi yang telah dirusak, pistol mainan, lakban hitam, kabel, serta tangga yang diduga digunakan pelaku untuk masuk melalui bagian belakang area SPBU," ujar Sumarni.
Akibat perampokan tersebut, uang hasil penjualan SPBU yang tersimpan di dalam brankas dilaporkan raib. Polisi memperkirakan jumlah uang yang dibawa kabur mencapai ratusan juta rupiah.
"Perkiraan sekitar Rp 100 juta sampai Rp 130 juta yang diambil. Itu uang hasil penjualan yang ada di brankas. Enggak ada yang lain-lain," ujar Kapolsek Babelan, Kompol Wito.
Ilustrasi pencuri (Pixabay)