5 Negara Barat Peringatkan Risiko Besar Jika Israel Lakukan Serangan Darat di Lebanon

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 18 Mar 2026, 07:05
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip foto - Bendera nasional Lebanon (kanan) dan bendera Hizbullah. Furkan Güldemir. ANTARA/Anadolu Agency/pri. Arsip foto - Bendera nasional Lebanon (kanan) dan bendera Hizbullah. Furkan Güldemir. ANTARA/Anadolu Agency/pri. (Antara)

Ntvnews.id,Tel Aviv - Kanada, Prancis, Jerman, Italia, dan Inggris memperingatkan bahwa rencana serangan darat besar-besaran oleh Israel ke Lebanon harus dicegah karena berisiko menimbulkan dampak kemanusiaan yang sangat serius.

Dalam pernyataan bersama yang dirilis pada Senin, 16 Maret 2026, kelima negara tersebut menegaskan bahwa langkah militer tersebut berpotensi memperpanjang konflik sekaligus memperburuk situasi di kawasan.

“Ofensif darat besar oleh Israel akan menimbulkan konsekuensi kemanusiaan yang menghancurkan dan berpotensi memicu konflik berkepanjangan,” demikian bunyi pernyataan tersebut, dikutip dari AsiaOne, Rabu, 18 Maret 2026.

“Langkah tersebut harus dicegah. Situasi kemanusiaan di Lebanon, termasuk pengungsian massal yang masih berlangsung, sudah sangat mengkhawatirkan,” lanjut pernyataan tersebut

Lebanon mulai terseret ke dalam konflik kawasan sejak 2 Maret, setelah kelompok bersenjata Hizbullah yang didukung Iran melancarkan serangan ke Israel.

Baca Juga: Serangan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan 10 Orang

Kelompok tersebut menyatakan aksinya sebagai respons atas tewasnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, pada hari pertama perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.

Sebagai balasan, Israel melancarkan operasi militer yang menurut otoritas Lebanon telah menewaskan lebih dari 880 orang.

Lebih dari satu juta warga dilaporkan terpaksa mengungsi, sementara lebih dari 130.000 orang kini tinggal di tempat penampungan kolektif.

Israel juga disebut mengancam akan melancarkan serangan dengan tingkat kehancuran serupa seperti yang terjadi di Gaza.

Kehancuran akibat serangan tentara Israel di bagian selatan Beirut, Lebanon pada 12 Maret 2026. ANTARA/Anadolu/Houssam Shbaro/pri. <b>(Antara)</b> Kehancuran akibat serangan tentara Israel di bagian selatan Beirut, Lebanon pada 12 Maret 2026. ANTARA/Anadolu/Houssam Shbaro/pri. (Antara)

Dalam pernyataan tersebut, lima negara itu juga menyatakan dukungan terhadap langkah pemerintah Lebanon untuk melucuti senjata Hizbullah.

Mereka turut menyampaikan keprihatinan mendalam atas meningkatnya kekerasan di Lebanon serta mendesak keterlibatan serius dari pihak Israel dan Lebanon guna mencapai solusi politik yang berkelanjutan.

“Kami sangat prihatin dengan eskalasi kekerasan di Lebanon dan menyerukan keterlibatan yang berarti dari perwakilan Israel dan Lebanon untuk merundingkan solusi politik yang berkelanjutan,” demikian pernyataan itu.

“Kami sangat mendukung berbagai inisiatif untuk memfasilitasi perundingan dan mendesak dilakukannya de-eskalasi segera,” tambah pernyataan itu.

x|close