Rusia Sebut Palestina Terlupakan di Tengah Konflik AS-Israel vs Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 18 Mar 2026, 07:25
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip foto - Bendera nasional Rusia terlihat di Kremlin, Moskow, Rusia. Arsip foto - Bendera nasional Rusia terlihat di Kremlin, Moskow, Rusia. (Antara)

Ntvnews.id, Moskow - Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, mengingatkan bahwa persoalan Palestina kini berada dalam kondisi “krisis mendalam” akibat eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran yang berlangsung dalam beberapa pekan terakhir.

Lavrov menilai isu Palestina semakin terpinggirkan karena perhatian dunia tersedot oleh konflik besar di kawasan Timur Tengah tersebut.

Dilansir dari TRT World, Rabu, 18 Februari 2026, dalam konferensi pers di Moskow. ia menjelaskan bahwa sebelum serangan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari lalu, pembahasan mengenai Timur Tengah lebih banyak berfokus pada upaya pembentukan negara Palestina.

"Sekarang semua orang berbicara tentang krisis, konflik di Timur Tengah, tetapi mereka sama sekali tidak merujuk pada Palestina. Palestina dengan mudah terlupakan," kata Lavrov dalam pernyataannya.

Baca Juga: Bahlil Buka-bukaan RI Buka Opsi Impor BBM dari Rusia

Ia menyebut kondisi tersebut sebagai “pukulan paling serius terhadap reputasi komunitas internasional”, khususnya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Lavrov juga menekankan pentingnya tanggung jawab negara-negara, terutama di kawasan Timur Tengah dan negara-negara Arab, dalam menyikapi situasi ini.

"Saya meyakini semua orang di sini, mungkin yang pertama dan terpenting, negara-negara di kawasan, negara-negara Arab, perlu mengakui tanggung jawab mereka. Dan kita akan siap untuk secara aktif mendukung pendekatan tersebut, sehingga PBB bertanggung jawab atas keputusan yang telah diambil," ujarnya.

Arsip foto - Seorang anak duduk termenung diantara puing-puing bangunan yang hancur di kamp pengungsi Jabalia di Jalur Gaza utara, Palestina, 29 Januari 2025. (ANTARA/Xinhua/Abdul Rahman Salama/aa.) <b>(Antara)</b> Arsip foto - Seorang anak duduk termenung diantara puing-puing bangunan yang hancur di kamp pengungsi Jabalia di Jalur Gaza utara, Palestina, 29 Januari 2025. (ANTARA/Xinhua/Abdul Rahman Salama/aa.) (Antara)

Terkait meningkatnya ketegangan antara AS, Israel, dan Iran, Lavrov menilai penghentian konflik menjadi prioritas utama yang harus segera diwujudkan.

"Segala upaya harus dilakukan untuk memastikan bahwa semua pihak yang terlibat dalam krisis ini menghentikan tindakan yang merusak infrastruktur sipil dan menyebabkan korban jiwa di kalangan sipil," cetusnya.

Ia juga menyatakan bahwa Washington dan Tel Aviv kemungkinan telah menyadari kesalahan dalam perhitungan mereka terkait operasi cepat terhadap Teheran.

Baca Juga: Putin: Rusia Tingkatkan Pasokan Minyak dan Gas ke Mitra andal

Lavrov kembali menegaskan kesiapan Rusia untuk berperan sebagai mediator jika ada upaya serius untuk menyelesaikan konflik, seraya menekankan pentingnya jaminan keamanan bagi Iran.

Di akhir pernyataannya, ia turut mengkritik sikap AS yang ingin menguasai seluruh uranium yang diperkaya milik Iran. Menurutnya, pendekatan tersebut mencerminkan ambisi Washington untuk mengendalikan sumber daya energi global.

x|close