Menhut Tekankan Zero Waste dan Zero Accident di Wisata Alam

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 18 Mar 2026, 21:00
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni saat melakukan kunjungan di PLG Minas, Riau, Rabu 4 Maret 2026. ANTARA/HO-Kemenhut RI Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni saat melakukan kunjungan di PLG Minas, Riau, Rabu 4 Maret 2026. ANTARA/HO-Kemenhut RI (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menggelar rapat koordinasi bersama pengelola taman nasional dan taman wisata alam guna memastikan kesiapan menghadapi libur Idul Fitri, sekaligus menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto terkait penerapan prinsip “zero waste dan zero accident”.

Dalam rapat yang melibatkan 57 Taman Nasional dan 145 Taman Wisata Alam, Raja Juli Antoni menyampaikan bahwa Presiden memberikan perhatian khusus terhadap kesiapan layanan dan informasi di kawasan konservasi, seiring meningkatnya minat masyarakat untuk berwisata alam saat libur Lebaran.

"Presiden Prabowo memberikan arahan kepada saya terkait informasi dari TN/TWA yang available pada saat liburan, terdapat pasar dari masyarakat yang ingin mengunjungi TN-TWA pada saat libur Idul Fitri," ujar Raja Juli Antoni dalam keterangannya, Rabu, 18 Maret 2026.

Baca Juga: Bantah Tuduhan Kerusakan Alam, Zulhas: Menteri Kehutanan Mana Pun Tak Berani Terbitkan Izin di Tesso Nilo

Ia menambahkan bahwa Presiden juga menekankan pentingnya pengelolaan kawasan wisata berbasis keselamatan dan kebersihan.

"Presiden Prabowo juga memohon agar pengelolaan TN-TWA memperhatikan zero waste, memiliki tong sampah dan aparat yang cukup. Lalu mengedepankan zero accident, jangan sampai adanya korban karena minimnya fasilitas pengamanan, siapkan tim medis, ambulans, maupun puskesmas yang memadai," tambahnya.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Kementerian Kehutanan meminta pengelola kawasan konservasi untuk menyediakan sarana kebersihan yang memadai serta memastikan keberadaan petugas kebersihan guna menjaga kelestarian lingkungan.

Selain itu, kesiapan fasilitas keselamatan seperti rambu, tenaga medis, dan layanan darurat juga menjadi prioritas utama.

Baca Juga: Menteri Kehutanan Raja Juli Temui Prabowo, Bahas Konservasi Gajah dan Klarifikasi Soal Domino

Pengendalian jumlah pengunjung juga ditekankan agar tidak melebihi daya dukung dan daya tampung kawasan.

Hal ini penting untuk mencegah kepadatan berlebih yang berpotensi menimbulkan risiko keselamatan serta kerusakan lingkungan.

"Pastikan pengunjung yang mengunjungi TN dan TWA tidak melebihi kuota yang telah ditetapkan, agar tidak melebihi daya dukung, daya tampung yang membuat antrean membludak dari wisatawan," demikian Raja Juli Antoni.

(Sumber: Antara)

x|close