A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Macron Serukan Penahanan Diri di Tengah Eskalasi, Tegaskan Dukungan ke Arab Saudi - Ntvnews.id

Macron Serukan Penahanan Diri di Tengah Eskalasi, Tegaskan Dukungan ke Arab Saudi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Mar 2026, 22:00
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Arsip - Presiden Prancis Emmanuel Macron berbicara di pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss (20/1/2026). (ANTARA/Xinhua/Lian Yi/aa) Arsip - Presiden Prancis Emmanuel Macron berbicara di pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss (20/1/2026). (ANTARA/Xinhua/Lian Yi/aa) (Antara)

Ntvnews.id, Beijing - Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan solidaritas negaranya kepada Arab Saudi usai melakukan pembicaraan via telepon dengan Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Mohammed bin Salman Al Saud. Dalam pernyataannya di platform X, Macron juga menegaskan komitmen Prancis untuk mendukung pertahanan udara Arab Saudi.

Macron menyoroti pentingnya menahan eskalasi konflik yang semakin meningkat di kawasan. Ia menekankan bahwa dalam situasi yang berisiko memicu konflik lebih luas, semua pihak perlu mengedepankan langkah deeskalasi.

Macron menekankan bahwa, dalam menghadapi risiko dari eskalasi yang tak terkendali, "lebih penting dari sebelumnya" bagi semua pihak yang terlibat untuk menerapkan moratorium terhadap serangan yang menargetkan infrastruktur energi dan sipil.

Baca Juga: Trump Tuntut Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam, Jika Tidak Risiko Serangan ke Pembangkit Listrik

Ia juga menambahkan bahwa saat ini merupakan momentum bagi seluruh pihak untuk menunjukkan tanggung jawab dan menahan diri demi membuka kembali ruang dialog.

Macron menambahkan bahwa sekarang adalah waktunya untuk bertanggung jawab dan menahan diri guna menciptakan kondisi untuk dimulainya kembali dialog.

Sementara itu, ketegangan meningkat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Sabtu, 21 Maret 2026 mengancam akan mengambil langkah militer terhadap Iran jika tidak membuka akses penuh ke Selat Hormuz dalam waktu 48 jam.

Baca Juga: Trump: Israel Tak Akan Serang Ladang Gas South Pars Jika Iran Tidak Membalas

Sebagai respons, komando militer utama Iran, Markas Pusat Khatam al-Anbiya, pada Minggu menyatakan bahwa fasilitas pembangkit listrik di negara-negara yang menampung pangkalan militer AS dapat menjadi target apabila Washington menyerang infrastruktur energi Iran.

Situasi ini menambah ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, dengan potensi dampak luas terhadap keamanan regional dan stabilitas energi global.

(Sumber: Antara)

x|close