Ntvnews.id, Bangkok - Seorang wisatawan asal Jepang mengalami luka berat setelah dikejar dan menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok pengendara sepeda motor di Pattaya. Saat ini, korban dilaporkan dalam kondisi kritis.
Dilansir dari The Star, Selasa, 24 Maret 2026, insiden tersebut terjadi pada Sabtu sekitar pukul 04.39 waktu setempat. Kepolisian Pattaya menerima laporan mengenai seorang turis asing yang mengalami luka di sebuah hotel di kawasan Pattaya Sai 2 Road.
Ketika petugas tiba, mereka menemukan korban bernama Kanasashi (25), warga negara Jepang, dalam kondisi terluka parah. Ia mengalami cedera di kepala, wajah bengkak, serta memar di sejumlah bagian tubuh.
Tim penyelamat langsung memberikan pertolongan pertama sebelum membawa korban ke rumah sakit dalam kondisi serius.
Seorang petugas keamanan hotel mengungkapkan bahwa korban berlari masuk ke area hotel untuk meminta bantuan. Meski bukan tamu, pihak hotel tetap mengizinkannya masuk demi keselamatan sambil menunggu kedatangan polisi.
Baca Juga: Polisi Selidiki Tewasnya Siswa SMAN 5 Bandung Diduga Akibat Pengeroyokan
Saksi mata menyebut sebelum kejadian, korban dikejar oleh sekitar lima hingga enam sepeda motor dari arah depan Siam Bayshore Hotel. Korban kemudian terjatuh dan langsung diserang oleh kelompok tersebut.
Para pelaku yang diduga merupakan pengemudi berbasis aplikasi disebut sempat mengintimidasi dan mengejek korban. Keterangan serupa juga disampaikan petugas keamanan yang menyebut para pelaku menabrakkan sepeda motor ke arah korban sebelum melakukan pengeroyokan.
Meski dalam kondisi terluka, korban berhasil bangkit dan melarikan diri sejauh kurang lebih 500 meter hingga mencapai hotel lain untuk mencari pertolongan. Rekaman CCTV di sekitar lokasi juga memperlihatkan sejumlah sepeda motor yang mengejar korban sebelum insiden terjadi.
Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dengan menelusuri rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi. Aparat juga menunggu kondisi korban membaik agar dapat dimintai keterangan lebih lanjut. Pihak berwenang menegaskan akan segera mengidentifikasi serta menangkap para pelaku untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.
Ilustrasi - Aksi pengeroyokan (ANTARA)