Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan pada arus balik Lebaran 2026. Berdasarkan data Kepolisian per 21 Maret 2026, puncak arus balik diprediksi terjadi dalam dua gelombang, yakni pada Selasa, 24 Maret 2026 dan akhir pekan 28–29 Maret 2026. Lonjakan ini seiring berakhirnya masa libur Lebaran dan meningkatnya mobilitas masyarakat kembali ke kota, khususnya kawasan Jabodetabek.
Sejumlah skema rekayasa lalu lintas telah disiapkan, di antaranya sistem satu arah (one way) yang diberlakukan mulai 23 Maret pukul 12.00 WIB hingga 29 Maret pukul 24.00 WIB. Kebijakan ini diterapkan dari Tol Semarang–Solo KM 421 hingga Tol Jakarta–Cikampek KM 70. Selain itu, sistem lawan arus (contra flow) juga diberlakukan di sejumlah titik, seperti Tol Jakarta–Cikampek KM 70–KM 47 serta Tol Jagorawi KM 21–KM 8 pada waktu tertentu.
Baca Juga: Kemenhub Percepat Penanganan Kemacetan di Pelabuhan Gilimanuk
Tak hanya itu, kebijakan ganjil genap turut diterapkan mulai 23 hingga 29 Maret 2026 di sejumlah ruas tol utama, termasuk Tol Kalikangkung, Tol Karawang Barat, dan Tol Tangerang–Merak. Kebijakan ini bersifat situasional dengan penyesuaian di lapangan guna memastikan kelancaran arus kendaraan selama periode arus balik.
Pemerintah juga menyiapkan langkah antisipasi lain, seperti pengalihan arus di dalam kota agar tidak terjadi pertemuan antara arus balik dan wisatawan, skrining tiket kendaraan di pelabuhan penyeberangan, serta pengoperasian sementara 10 ruas tol di wilayah Jawa, Sumatera, dan Kalimantan. Langkah-langkah ini diharapkan mampu mengurai kepadatan serta memperlancar distribusi kendaraan.
Baca Juga: Polri Ingatkan Keselamatan Berkendara Saat Arus Mudik-Balik Lebaran 2026
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan komitmen pemerintah dalam memastikan kelancaran arus balik. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak membawa muatan berlebih, memanfaatkan kebijakan work from anywhere (WFA), serta menggunakan diskon tarif tol pada periode tertentu. “Pemerintah berkomitmen memastikan seluruh fasilitas transportasi dan pelayanan publik selama masa mudik dan balik dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.
Berikut Infografiknya:
Seiring berakhirnya masa libur Lebaran, gelombang kendaraan mulai memadati jalur menuju Ibu Kota. Guna menjamin perjalanan lancar, serangkaian rekayasa lalu lintas disiapkan di titik rawan macet. (Antara)
Seiring berakhirnya masa libur Lebaran, gelombang kendaraan mulai memadati jalur menuju Ibu Kota. Guna menjamin perjalanan lancar, serangkaian rekayasa lalu lintas disiapkan di titik rawan macet. (Antara)