Kasus Campak Turun 95 Persen, Kemenkes Genjot Imunisasi Jelang Lebaran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Mar 2026, 15:00
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip - Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin campak dan rubella (MR) saat kegiatan vaksinasi campak gratis di Rumah Vaksinasi Pusat, Jakarta, Kamis (12/3/2026). Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) bersama Rumah Vaksinasi Pusat menggelar vaksinasi MR gratis bagi anak usia sembilan hingga 59 bulan sebagai upaya meningkatkan perlindungan kesehatan anak di tengah meningkatnya kasus campak serta tingginya mobilitas masyarakat menjelang libur panjang Hari Raya Idul Fitri. ANTARA FOTO/Fauzan Arsip - Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin campak dan rubella (MR) saat kegiatan vaksinasi campak gratis di Rumah Vaksinasi Pusat, Jakarta, Kamis (12/3/2026). Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) bersama Rumah Vaksinasi Pusat menggelar vaksinasi MR gratis bagi anak usia sembilan hingga 59 bulan sebagai upaya meningkatkan perlindungan kesehatan anak di tengah meningkatnya kasus campak serta tingginya mobilitas masyarakat menjelang libur panjang Hari Raya Idul Fitri. ANTARA FOTO/Fauzan (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan adanya penurunan signifikan kasus campak pada minggu ke-11 tahun 2026. Tercatat sebanyak 177 suspek dan 121 kasus campak, turun drastis sekitar 94–95 persen dibandingkan puncak pada minggu pertama yang mencapai 2.740 suspek dan 2.268 kasus.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menyebut tren penurunan ini terjadi secara bertahap sejak minggu ke-3.

Baca Juga: Pemerintah Minta Masyarakat Tak Ragu Imunisasi Campak: Stok Cukup, Vaksin Sangat Aman

“Setelah minggu ke-3, tren mingguan menurun bertahap hingga minggu ke-11, di mana jumlah suspek menurun menjadi 177 suspek, dan kasus campak menjadi 121 kasus, menandakan penurunan sekitar 94-95 persen dari puncak minggu ke-1,” kata Aji di Jakarta, Kamis. Sebelumnya, hingga minggu ke-9 2026, tercatat total 10.826 suspek dengan 8.716 kasus campak, sehingga pemerintah terus menggencarkan program imunisasi sebagai langkah pencegahan.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, menjelaskan bahwa pada minggu ke-9 terjadi tambahan sekitar 500 kasus.

Namun, tren mulai melandai berkat upaya imunisasi dan edukasi pola hidup bersih dan sehat.

Ia juga mengungkapkan adanya 45 kejadian luar biasa (KLB) campak di 29 kabupaten/kota yang tersebar di 11 provinsi, termasuk Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Timur, hingga Sulawesi Selatan.

Baca Juga: Pramono: Belum Ada Kasus Campak di Jakarta

“Tren mingguan kasus campak dan konfirmasi laboratorium di 11 provinsi terdampak KLB tahun 2026, sebagian besar menunjukkan penurunan kasus kecuali Provinsi NTB (Kab. Bima dan Kota Bima) yang masih menunjukkan kasus yang tinggi,” ujar Andi. Sejumlah daerah seperti Tangerang Selatan, Bima, Depok, hingga Jakarta Pusat tercatat sebagai wilayah dengan jumlah kasus tertinggi pada tahun ini.

Pemerintah juga mempercepat pelaksanaan imunisasi melalui program Outbreak Response Immunization (ORI) dan Catch Up Immunization (CuC) di berbagai daerah.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menargetkan cakupan imunisasi campak dapat mencapai 95 persen dalam 1–2 minggu ke depan, sebelum Idul Fitri 1447 Hijriah.

“Nah hari ini sudah jalan satu minggu. Saya ngeliat hasilnya penetrasinya bagus. Angka pastinya saya belum dapat. Tapi memang kita ngejar ini kalau bisa sebelum Lebaran,” kata Menkes.

(Sumber: Antara)

x|close