AS dan Israel Berselisih Soal Strategi Akhiri Perang dengan Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Mar 2026, 17:15
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Pemimpin Israel Benjamin Netanyahu (kiri) berbincang dengan Presiden AS Donald Trump. ANTARA/Anadolu/py/pri. Pemimpin Israel Benjamin Netanyahu (kiri) berbincang dengan Presiden AS Donald Trump. ANTARA/Anadolu/py/pri. (Antara)

Ntvnews.id, Istanbul - Perbedaan pandangan muncul antara Amerika Serikat dan Israel terkait langkah untuk mengakhiri konflik dengan Iran, sebagaimana dilaporkan oleh KAN pada Kamis, 26 Maret 2026.

Menurut laporan tersebut, perbedaan sikap kedua negara berfokus pada tiga isu utama, yakni masa depan program rudal balistik Iran, pengalihan uranium yang telah diperkaya ke Badan Energi Atom Internasional, serta kemungkinan pelonggaran sanksi ekonomi terhadap Iran.

Sebelumnya, sejumlah laporan menyebutkan bahwa Amerika Serikat telah mengajukan proposal berisi 15 poin kepada Iran melalui Pakistan sebagai upaya menghentikan perang. Selain itu, Washington juga mempertimbangkan opsi gencatan senjata sementara selama satu bulan guna membuka ruang perundingan lebih lanjut.

Baca Juga: Bantu Iran Perang Lawan Amerika-Israel, Houthi Ancam Tutup Laut Merah

Mengutip pejabat Iran yang tidak disebutkan identitasnya, Tasnim News Agency melaporkan bahwa Teheran telah memberikan respons resmi atas usulan tersebut melalui mediator. Dalam tanggapan itu, Iran menuntut penghentian serangan dan pembunuhan di semua front, jaminan tidak akan terjadi konflik lanjutan, pemberian kompensasi, serta pengakuan atas kedaulatan Iran di Selat Hormuz.

Sementara itu, KAN yang mengutip sumber politik Israel menyebutkan bahwa komunikasi antara AS dan Israel masih berlangsung dan tidak menutup kemungkinan adanya perubahan terhadap proposal yang diajukan.

Salah satu sumber di Israel menyatakan Iran "sudah menggunakan bahasa perang tahap akhir," meskipun tetap mengajukan berbagai tuntutan signifikan dalam proses komunikasi yang berjalan.

Sumber tersebut juga mengungkapkan adanya kekhawatiran di pihak Israel bahwa Presiden AS, Donald Trump, akan mendorong gencatan senjata sementara sebagai langkah untuk membuka jalur negosiasi dengan Iran.

Baca Juga: Iran Bombardir Israel dan Pangkalan Militer AS di Teluk dengan Rudal dan Drone

Hingga kini, jadwal pertemuan langsung antara pejabat AS dan Iran belum ditentukan, meskipun terdapat laporan mengenai upaya mediasi yang difasilitasi oleh Pakistan.

Konflik di kawasan sendiri terus berlanjut sejak 28 Februari, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara ke Iran yang dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk pemimpin tertinggi saat itu, Ali Khamenei.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan drone dan rudal ke wilayah Israel serta ke lokasi-lokasi yang menjadi basis militer Amerika Serikat di Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk.

(Sumber: Antara)

x|close