Iran Tegaskan Belum Ada Negosiasi Langsung dengan AS sampai Saat Ini

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 31 Mar 2026, 05:40
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Bendera nasional Amerika Serikat dan Iran. (ANTARA/Anadolu Ajansi/pri.) Ilustrasi - Bendera nasional Amerika Serikat dan Iran. (ANTARA/Anadolu Ajansi/pri.) (Antara)

Ntvnews.id, Taheran - Iran menyatakan belum melakukan perundingan langsung dengan Amerika Serikat dan menegaskan bahwa komunikasi yang terjadi sejauh ini masih terbatas pada penyampaian pesan melalui pihak ketiga.

“Pertama, kami sejauh ini belum melakukan negosiasi langsung dengan Amerika Serikat. Yang telah dibahas adalah pesan-pesan yang kami terima melalui mediator yang menunjukkan keinginan Amerika Serikat untuk bernegosiasi,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, dalam pernyataan yang dikutip kantor berita Tasnim.

Baqaei juga meragukan keseriusan klaim Washington terkait upaya diplomasi untuk mengakhiri konflik dengan Teheran.

“Saya tidak tahu berapa banyak orang di Amerika Serikat yang menganggap serius klaim diplomasi Amerika. Misi kami jelas, tidak seperti pihak lain, yang terus-menerus mengubah posisinya,” ucapnya.

Baca Juga: G7 Gelar Pertemuan Bahas Lonjakan Harga Minyak Dunia Akibat Perang Iran-AS Israel

Ia menegaskan bahwa Iran tetap konsisten sejak awal dalam menentukan sikap dan memahami pendekatan yang diambilnya, serta menyebut sejumlah proposal yang diterima sebagai “berlebihan dan tidak realistis.”

Lebih lanjut, Baqaei menjelaskan bahwa pertemuan yang digelar oleh Pakistan berlangsung secara “mandiri” dan tidak melibatkan Iran.

“Baik jika negara-negara di kawasan ingin mengakhiri perang, tetapi mereka harus memahami dengan jelas siapa yang memulainya,” ucapnya.

Ilustrasi - Kapal tanker melintas di Selat Hormuz, Iran. (ANTARA/Anadolu/py.) Ilustrasi - Kapal tanker melintas di Selat Hormuz, Iran. (ANTARA/Anadolu/py.)

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar pada Minggu menyatakan bahwa Islamabad siap menjadi tuan rumah dialog antara AS dan Iran sebagai bagian dari upaya mediasi yang lebih luas. Negara tersebut juga telah menggelar pertemuan empat menteri luar negeri dalam rangka mendorong proses damai.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump tetap mendorong jalur diplomasi, dengan sejumlah mediator seperti Pakistan, Turkiye, dan Mesir terlibat dalam komunikasi tidak langsung antara Washington dan Teheran.

Baca Juga: Iran Klaim Gempur Target Strategis di Haifa Israel

Meski konflik terus meningkat, Trump menyebut pembicaraan tidak langsung melalui “utusan” Pakistan menunjukkan perkembangan, bahkan membuka peluang tercapainya kesepakatan dalam waktu relatif singkat.

Ketegangan di kawasan terus meningkat sejak Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, yang menyebabkan lebih dari 1.340 korban jiwa, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.

Sebagai respons, Iran meluncurkan serangan drone dan rudal ke sejumlah target, termasuk Israel, Yordania, dan Irak, serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS. Serangan balasan tersebut menimbulkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta gangguan terhadap pasar global dan penerbangan internasional.

x|close