Ntvnews.id, Taheran - Ratusan pasukan operasi khusus Amerika Serikat dilaporkan telah tiba di kawasan Timur Tengah di tengah meningkatnya konflik antara Washington dan sekutunya, Israel, melawan Iran.
Dilansir dari Anadolu Agency, Selasa, 31 Maret 2026, media terkemuka AS, The New York Times, menyebutkan bahwa ratusan personel elite, termasuk Army Rangers dan Navy SEALs, telah dikerahkan seiring peningkatan kekuatan militer AS di kawasan tersebut, berdasarkan keterangan dua pejabat militer.
Pasukan komando ini disebut belum menerima tugas spesifik, namun berpotensi ditempatkan di sejumlah titik strategis. Beberapa lokasi yang disebut sebagai kemungkinan target antara lain Selat Hormuz dan fasilitas nuklir di Isfahan. Selain itu, mereka juga dapat diarahkan untuk menguasai Pulau Kharg yang menjadi pusat utama ekspor minyak Iran.
Secara keseluruhan, jumlah personel militer AS di kawasan kini dilaporkan melampaui 50.000, meningkat sekitar 10.000 dari jumlah normal. Penambahan ini termasuk sekitar 5.000 marinir dan pelaut yang baru ditempatkan guna memperluas opsi operasi militer.
Baca Juga: Jutaan Warga Amerika Serikat Turun ke Jalan Tolak Gaya Otoriter Donald Trump
Di sisi lain, Pentagon juga telah mengirim sekitar 2.000 prajurit dari Divisi Lintas Udara ke-82 ke wilayah yang berada dalam jangkauan Iran. Meski lokasi pastinya dirahasiakan, pasukan ini disebut dapat mendukung operasi darat bersama marinir.
Konflik bersenjata antara AS dan Israel melawan Iran terus berlangsung sejak 28 Februari, dengan serangan udara yang dilaporkan menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei. Penutupan Selat Hormuz turut mengganggu distribusi minyak global, mengingat sekitar 20 juta barel minyak biasanya melintasi jalur tersebut setiap hari.
Arsip - Presiden AS Donald Trump. (ANTARA/Anadolu Ajansi/pri) (Antara)
Presiden AS Donald Trump juga melontarkan ancaman keras terhadap Iran, termasuk kemungkinan menghancurkan fasilitas vital seperti pusat ekspor minyak di Pulau Kharg, sumur minyak, hingga pembangkit listrik jika tidak tercapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik.
"Kemajuan besar telah dicapai tetapi, jika karena alasan apa pun kesepakatan tidak segera tercapai, yang mungkin akan terjadi, dan jika Selat Hormuz tidak segera 'Dibuka untuk Bisnis,' kami akan mengakhiri 'kunjungan' kami yang menyenangkan di Iran dengan meledakkan dan menghancurkan sepenuhnya semua Pembangkit Listrik, Sumur Minyak, dan Pulau Kharg mereka (dan mungkin semua pabrik desalinasi!), yang sengaja belum kami 'sentuh'," kata Trump dilansir AFP, Senin, 30 Maret 2026.
Tentara Amerika Serikat berdiri di atas kapal perang USS Green Bay yang akan bersandar di Dermaga Jamrud Utara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (30/8/2023). Kedatangan kapal perang Angkatan Laut Amerika Serikat itu dalam rangka La (ANTARA)