Kronologi 2 Prajuti TNI Tewas Terkena Serangan Israel saat Konvoi UNIFIL di Lebanon

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 31 Mar 2026, 09:43
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Arsip - Prajurit dari Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) menghadiri upacara peringatan Hari Internasional Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Naqoura, Lebanon, 29 Mei 2025. (Xinhua/Ali Hashisho) Arsip - Prajurit dari Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) menghadiri upacara peringatan Hari Internasional Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Naqoura, Lebanon, 29 Mei 2025. (Xinhua/Ali Hashisho) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Duka kembali menyelimuti Tentara Nasional Indonesia (TNI) setelah insiden beruntun yang menimpa prajuritnya dalam misi perdamaian di Lebanon. Rangkaian peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya eskalasi konflik di wilayah tersebut dan menambah daftar korban dari kontingen Indonesia yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Sebelumnya, pada Minggu (29/3/2026), Mabes TNI melalui Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah telah mengonfirmasi gugurnya Praka Farizal Rhomadhon. Ia dilaporkan meninggal dunia akibat serangan artileri yang terjadi di wilayah Lebanon Selatan, seiring meningkatnya intensitas konflik bersenjata.

Sehari berselang, insiden kembali terjadi pada Senin (30/3/2026) sekitar pukul 11.00 waktu setempat. Saat itu, Task Force Bravo (TFB) Indobatt tengah menjalankan misi pengawalan (escort).

Dua kendaraan taktis milik TNI mengawal unit logistik Spanyol, Combat Support Service Unit (CSSU), dalam sebuah konvoi yang terdiri dari enam kendaraan. Rombongan bergerak dari Markas Sektor Timur (UNP 7-2) menuju Markas Indobatt (UNP 7-1) untuk keperluan pengisian ulang logistik sekaligus pengantaran peti jenazah.

Baca Juga: Kemenkes Investigasi Kematian Tiga Dokter Magang dan Perbaiki Kebijakan RS

Ketika konvoi memasuki wilayah Bani Hayyan dan hendak berbelok, ledakan tiba-tiba menghantam kendaraan pertama (Ran 1) milik Indonesia. Dampak ledakan tersebut langsung mengenai empat prajurit yang berada di dalam kendaraan.

Dua prajurit dinyatakan gugur di lokasi kejadian, yaitu Kapt Inf Zulmi (Grup 2 Kopassus) yang menjabat sebagai Komandan Kompi B, serta Sertu Ikhwan dari Kesdam IX/Udayana.

“Dalam insiden tersebut, dua prajurit TNI dilaporkan gugur, sementara dua prajurit lainnya mengalami luka berat. Para prajurit yang mengalami luka saat ini telah mendapatkan penanganan medis intensif di fasilitas kesehatan di Beirut,” kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait dalam siaran pers, Selasa (31/3/2026).

Situasi di lokasi kejadian yang masih sangat rawan, dengan intensitas serangan yang tinggi, membuat proses evakuasi jenazah tidak dapat dilakukan segera. Kendaraan kedua (Ran 2) yang berada di belakang tidak dapat langsung mendekat ke titik ledakan.

Baca Juga: Korban Terus Bertambah, Kini 3 Prajurit TNI Tewas Gegara Serangan Israel di Lebanon

Meski demikian, personel di Ran 2 yang terdiri dari Praka Ulil Amri, Praka M. Zakariya, dan Pratu Iqbal bergerak cepat untuk menyelamatkan korban yang masih hidup. Mereka berhasil mengevakuasi dua prajurit yang mengalami luka, yakni Lettu Inf Sulthan dan Praka Deni, keluar dari area berbahaya.

Kedua korban luka kemudian dibawa menuju Markas Sektor Timur dan tiba sekitar pukul 12.00 waktu setempat untuk mendapatkan penanganan medis darurat. Mengingat kondisi keduanya memerlukan perawatan lanjutan, proses evakuasi udara segera dilakukan.

Praka Deni diterbangkan lebih dahulu menuju Rumah Sakit St. George di Beirut pada pukul 13.45 waktu setempat. Sepuluh menit kemudian, Lettu Inf Sulthan menyusul dengan penerbangan berikutnya untuk mendapatkan perawatan intensif.

Hingga saat ini, pihak TNI menyatakan bahwa Markas Sektor Timur UNIFIL masih menyusun laporan resmi terkait kronologi lengkap serta perkembangan situasi di lapangan. Informasi lanjutan akan disampaikan seiring dengan proses investigasi yang masih berlangsung.

x|close