Respons Pramono Soal Tumpukan Sampah di Kramat Jati

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 31 Mar 2026, 16:15
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Pramono Anung Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)

Ntvnews.id, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung angkat bicara terkait persoalan tumpukan sampah di kawasan Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur yang sempat menjadi sorotan publik.

Menurutnya, penumpukan sampah tersebut terjadi akibat longsor di zona 4A Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang. Kondisi ini sempat menghambat proses pembuangan dan pengelolaan sampah dari berbagai wilayah Jakarta.

Ia menjelaskan, dibutuhkan waktu sekitar 10 hari untuk melakukan penataan ulang di area terdampak sebelum kembali beroperasi secara normal.

"Sebagai akibat longsor pada waktu itu di zona 4A kemudian memang harus ada waktu 10 hari untuk apa kita tata kembali, tapi sekarang ini sudah tertata kembali dan beberapa tumpukan bukan hanya di Kramat Jati, di beberapa tempat juga terjadi," ucap Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa, 31 Maret 2026.

Baca Juga: Pramono Sebut Program Mudik ke Jakarta Catat Transaksi Rp20 Miliar

Pramono Anung <b>(NTVNews.id/Adiansyah)</b> Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)

Baca Juga: Pramono: Transaksi Jakarta Festive Wonders Tembus Rp67,5 Triliun

Pramono memastikan bahwa saat ini kondisi sudah jauh membaik. Tidak hanya di Kramat Jati, sejumlah titik lain yang sebelumnya mengalami penumpukan sampah juga telah berhasil dibersihkan.

"Tetapi sekarang ini hampir semua tumpukan itu sudah bersih kembali karena memang Bantar Gebang sudah bisa digunakan kembali," tambahnya.

Sebelumnya, tumpukan sampah di TPS Pasar Induk Kramat Jati sempat mencapai ketinggian sekitar enam meter. Proses pengangkutan yang telah berlangsung selama beberapa hari dinilai belum memberikan hasil signifikan.

Petugas kebersihan di lapangan menyebutkan bahwa jumlah armada truk yang beroperasi masih terbatas dibandingkan dengan volume sampah yang terus bertambah.

Meski sempat terkendala, aktivitas pengangkutan sampah terus dilakukan secara intensif. Truk-truk sampah keluar masuk area TPS untuk mengurangi volume limbah yang menumpuk.

x|close