Ntvnews.id, Jakarta - Gempa bumi kuat berkekuatan magnitudo 7,8 yang mengguncang wilayah selatan Filipina pada Senin kembali disusul gempa berkekuatan magnitudo 6,1 hanya beberapa jam kemudian.
Berdasarkan informasi dari Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa susulan terjadi pada kedalaman sekitar 67 kilometer dan berpusat di dekat Provinsi Sarangani, Pulau Mindanao, Filipina Selatan.
Sebelumnya, gempa utama berkekuatan magnitudo 7,8 dilaporkan menewaskan sedikitnya satu orang, merobohkan sejumlah bangunan, serta memicu peringatan tsunami di beberapa wilayah kawasan Asia Pasifik.
View this post on Instagram
Di Indonesia, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi gempa tersebut berada sekitar 244 kilometer barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara. Dampak gempa juga memicu gelombang tsunami minor yang terdeteksi di sejumlah wilayah pesisir Indonesia dengan ketinggian antara 0,09 meter hingga 0,19 meter.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan gelombang tsunami kecil terpantau di beberapa wilayah pesisir dan mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan.
Wilayah yang diminta waspada meliputi pesisir Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, hingga Kalimantan Timur. Masyarakat di daerah pesisir diimbau terus memantau informasi resmi dari BMKG dan instansi terkait serta menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi.
Meski gelombang yang terdeteksi tergolong kecil, pemerintah mengingatkan bahwa aktivitas gempa susulan masih berpotensi terjadi sehingga kewaspadaan tetap diperlukan, khususnya bagi masyarakat yang berada di kawasan pesisir.
Video dan informasi diunggah akun medandailynews.
Baca Juga: BMKG: Gempa M 7,7 Laut Sulawesi Dipicu Subduksi Lempeng Filipina
Gempa bumi kuat berkekuatan magnitudo 7,8 yang mengguncang wilayah selatan Filipina pada Senin kembali disusul gempa berkekuatan magnitudo 6,1 hanya beberapa jam kemudian. (medan dailynews)