Ntvnews.id, Taheran - Komandan Pasukan Quds dari Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Esmail Qa’ani, menyatakan bahwa langkah strategis yang dilakukan Yaman telah memperkuat Front Perlawanan Islam di kawasan Asia Barat.
Dilansir dari Al Jazeera, Rabu, 1 April 2026, pernyataan tersebut disampaikan Qa’ani dalam pesan resmi yang dirilis pada Senin, 30 Maret 2026. Ia menegaskan bahwa kemampuan pencegahan yang dimiliki pejuang Yaman berhasil memaksa kapal induk milik Amerika Serikat, USS Gerald Ford, untuk menarik diri.
Sebelumnya, kapal induk tersebut dilaporkan beroperasi di sekitar wilayah Yanbu dan Jeddah sebelum akhirnya memutuskan kembali.
“Rahasia dari pengembaraan dan berbaliknya kapal induk Gerald Ford harus dicari di pegunungan yang menjulang tinggi dan tanah Yaman yang diberkati,” ujar Jenderal Qa’ani.
Baca Juga: Susul Iran, Yaman Nyatakan Perang terhadap AS-Israel
Pihak IRGC juga menyampaikan apresiasi terhadap kepemimpinan serta para pejuang Yaman atas strategi mereka dalam menghadapi pihak yang dianggap sebagai musuh dunia Islam. Keterlibatan Yaman dalam membela warga Gaza disebut sebagai bukti pemahaman mereka terhadap dinamika kawasan.
Qa’ani menambahkan bahwa dukungan penuh Yaman terhadap umat Islam dinilai sebagai langkah awal menuju pembebasan negara tersebut dari tekanan pihak asing. Ia juga menegaskan komitmen Iran untuk terus berdiri bersama berbagai kelompok perlawanan.
Menurutnya, Iran akan terus menjalankan peran dalam mendukung para pejuang guna mengakhiri konflik di kawasan. Kerja sama antara Iran dan Yaman disebut telah berkontribusi dalam mengubah keseimbangan kekuatan untuk menghadapi tekanan dari Amerika Serikat dan sekutunya.
Arsip foto - Seorang pengunjuk rasa memegang model rudal Houthi selama protes terhadap serangan Israel yang terus berlanjut di Jalur Gaza serta sanksi yang dipimpin AS terhadap kelompok Houthi di Sanaa, Yaman (16/2/2024). ANTARA/Xinhua/Mohammed Moham (Antara)